Arab Saudi Moratorium Umroh

Diterbitkan  Kamis, 27 / 02 / 2020 22:12 - Berita Ini Sudah :  371 Dilihat

Kemenag Imbau Jamaah Asal Tangsel Bersabar

CIPUTAT-Pemerintah Arab Saudi sementara waktu menghentikan kegiatan umroh. Cara ini ditempuh untuk menghindari penyebaran virus corona yang mana sudah masuk ke kawasan Timur Tengah.

Staf Khusus Menteri Agama RI Ubaidillah Amin Moch menyampaikan pihak Kemenag mewakili Pemerintah RI sudah berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) meminta jajarannya sidak ke bandara sebagai antisipasi banyak jamaah dihold di bandara.

“Menghormati keputusan Arab Saudi sebagai bentuk antisipasi menyebarnya virus Corona, meminta semua jamaah umrah Indonesia untuk bersabar sambil menunggu pemerintah Arab Saudi membuka kembali,” katanya.

Pengajuan visa umroh dan visa lainnya ke Saudi mulai hari ini (kemarin), diberhentikan.Meminta para pengelola biro perjalanan umroh untuk pro aktif mengelola informasi kepada para jamaahnya. Berdasarkan laporan dari pengawasan di bandara, Garuda, Saudia, Citylink, dan Lion hari ini (kemarin) masih sesuai jadwal mereka terbang. Selanjutnya Kementerian Agama menunggu info lanjutan di atas dari pemerintah Saudi.

Secara terpisah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel Abdul Rojak menyampaikan agar para jamaah umroh harus mematuhi apa yang menjadi keputusan Pemerintah Arab Saudi yang menunda pemberangkatan umroh karena alasan kesehatan. Oleh sebab itu jamaah warga Tangsel yang hendak berangkat umroh sementara ditunda dulu demi menjaga keselamatan dan  keamanan.

“Saya berharap para jamaah umroh asal Tangsel untuk bersabar jangan emosional dan yang paling terpenting adalah sikap tawakkal kepada Allah SWT semoga Arab Saudi segera membuka kembali izin umrohnya,” pesan Rojak, kemarin.

Soal batas waktu dibuka kembali perjalanan umroh, belum dapat dipastikan dikarenakan pihak Arab Saudi tidak menentukan sampai kapan waktunya. Dengan demikian yang mengetahui kapan akan dibuka men jadi tekateki. Tentunya semua bagaimana keputusan Arab Saudi yang akan mengumumkan jika sudah dirasa aman untuk perjalanan ibadah umroh. “Semoga secepatnya,” doanya.

Sementara itu,  jamaah umroh Tangsel yang terdata di Kantor Kemenag Tangsel dari bulan Januari sampai Februari berjumlah 612 orang. “Salah satu jamaah umroh asal Tangsel yang akan berangkat pada 6 Maret adalah juga ada,” Rojak menjelaskan. (din)

Komentar Anda

comments