Polisi Bekuk Pelaku Pembuang Bayi

Diterbitkan  Senin, 02 / 03 / 2020 22:05 - Berita Ini Sudah :  418 Dilihat

Jajaran Polsek Pamulang menggelar jumpa pers, terkait kasus pembuangan bayi di wilayah hukum Pamulang, kemarin. Pelaku pembuang bayi itu adalah AS, ayah dari si bayi yang merupakan hasil hubungan gelap dengan kekasihnya.

PAMULANG-Polisi terpaksa harus mengamankan AS (28) lantaran terbukti berusaha mem buang bayi kandungnya sendiri, yang baru saja lahir dari hasil hubungan gelap bersama pacarnya, RR.

Diketahui bahwa AS bersama RR sudah lama berpacaran, dan beberapa kali melakukan hubungan suami istri hingga RR pun hamil dari hasil hubungan terlarang tersebut.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolsek Pamulang Kompol Hadi Supriyatna, saat menggelar jumpa pers di Mako Polsek Pamulang, kemarin.

Mengetahui pacarnya hamil, AD dan RR sepakat untuk menggugurkan kandungannya yang masih seumur jagung dengan cara memberikan minuman soda dicampur dengan obat panadol.

Rupanya, pada Sabtu (29/2) lalu, RR melahirkan jabang bayi yang ditemani AS di rumah RR kawasan Pamulang.

Mirisnya, AS yang melihat si jabang bayi lahir dari rahim RR bukannya merawat, justru menyerahkan bayinya ke RSU Tangsel dan mengatakan menemukan bayi.

“Jadi awalnya Sabtu (29/2) malam ada seorang pria AS mengantarkan bayi, mengaku menemukan kantong kresek berisikan bayi laki-laki dan dibawa ke RS,” ujar Hadi di Mapolsek Pamulang, Senin (2/3).

Anggota yang mendapat laporan langsung mengecek lokasi dan memeriksa saksi. Di saat melakukan penyelidikan, anggota mendapatkan laporan jika ada wanita yang mengalami pendarahan.

“Setelah itu kira jam 8 malam ada seorang wanita dibawa ke RS sama orangtuanya, bilang anaknya pendarahan. Kemudian dari situ kita dalami ternyata yang berangkutan itu yang melahirkan bayi. Dan, AS yang pertama mengantarkan dan menemukan bayi ternyata pacar gelapnya,” terangnya.

AS langsung dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Pamulang. Kepada anggota, AS mengakui jika itu merupakan bayinya.

Hadi mengatakan, bayi laki-laki itu pada Senin (2/3) meninggal dunia di rumah sakit setelah mendapat pertolongan. Dan, untuk AS disangkakan pasal 306 KUHP dan Pasal 78 b UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Ancaman penjara 9 tahun,” imbuhnya.

Sementara itu, pelaku AS mengakui jika sang kekasih sempat diberikan minuman sprite yang dicampur panadol untuk menggugurkan kandungan si pacar.

“Nyesel saya. Salahnya saya bilang nemu bukan bilang anak saya. Saya akuin pas di sini (Polsek Pamulang),” ujar AS.

Ditanya mengenai anak laki-laki dari hasil hubungan gelapnya, yang kini sudah meninggal, AS mengaku sedih dan menyesel.

“Iya baru tahu tadi (anaknya meninggal), pasti sedihlah dengernya. Nyesel saya,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments