Teknik Membuat Jurnal Ilmiah bagi Para Guru se-Tangsel

Diterbitkan  Senin, 02 / 03 / 2020 22:09 - Berita Ini Sudah :  553 Dilihat

PKM. Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Dosen Unpam Bocorkan Kiat-kiat Jitu Melalui Program PKM

PAMULANG-Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Acara yang dikemas dalam bentuk Pelatihan Pembuatan Jurnal Ilmiah bagi guru dan kepala SMP dan SMA se-Kota Tangsel  ini berlangsung di SMP Negeri 17 Kota Tangsel.

Turut hadir narasumber  Syamruddin, Gatot Kusjono, Suprianto, Iman Lubis, dan Ahmad Yani Nasution. Juga hadir  Kepala SMP Negeri 17 Kota Tangsel Marhaen Nusantara.

Ketua Kegiatan PKM, Gatot Kusjono mengatakan, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada para guru dan kepala sekolah se-Tangsel tentang pentingnya menulis di jurnal ilmiah. Selain itu juga sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan penerbitan jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan sekolah seperti halnya di SMP dan SMA.

“Kegiatan di SMPN 17 Tangsel ini merupakan yang pertama dilakukan. Untuk selanjutnya, kami akan membuat pelatihan serupa di sekolah-sekolah lain yang ada di Tangsel maupun daerah lainnya,”ujarnya.

Penulisan artikel ilmiah yang dimuat di jurnal merupakan salah satu persyaratan bagi guru untuk keperluan kenaikan pangkat. Kalau pada masa-masa yang lalu mungkin untuk kenaikan pangkat guru belum mempersyaratkan adanya artikel ilmiah yang dimuat di jurnal. Sekarang ini tak lagi demikian. Oleh karena itu guru harus terpacu untuk menulis artikel di jurnal ilmiah.

“Untuk itu saya sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan penulisan artikel dan pembuatan jurnal ilmiah ini. Dengan demikian diharapkan  akan menjadikan motivasi bagi guru-guru untuk menulis artikel ilmiah. Apalagi sekarang ini artikel yang dimuat di jurnal ilmiah merupakan persyaratan dalam kenaikan pangkat sehingga seorang guru bisa mencapai pangkat atau golongan yang lebih tinggi,” tandasnya.

Narasumber lainnya Syamruddin menyampaikan materi tentang “Menulis Itu Mudah”, menegaskan bahwa untuk menulis tidaklah sulit. Menulis bisa dimulai dari huruf apa saja, tidak harus terpaku dengan huruf tertentu yang pada akhirnya membuat penulis merasa kesulitan untuk memulai. Selain itu harus fokus dalam menulis, apalagi ketika ide-ide atau gagasan yang akan dituangkan dalam menulis sudah muncul. Maka jangan ditunda dan sebaiknya langsung dituangkan dalam tulisan. Biasanya pada saat menulis tidak mungkin langsung sempurna. Itulah sebabnya ada tahap untuk pengeditan setelah semua tulisan rampung dibuat.

“Jadi menulis itu sesungguhnya tidaklah sulit. Yang penting ada kemauan untuk menuangkan apa saja yang ada dalam benak kita. Kemudian fokus sehingga tulisan terus bisa mengalir saat kita sudah mulai menulis. Tentunya, kalau dalam menulis artikel ilmiah pada jurnal, yang pertama kali kita lakukan adalah mencari ketentuan penulisan yang dipersyaratakan oleh pengelola jurnal. Misalnya, sistematika penulisan, yang akan memberikan panduan bagi kita dalam membuat artikel jurnal. Biasanya sistematika penulisan dikemas dalam template penulisan,” paparnya. (din)

Komentar Anda

comments