Warga Cempaka Putih Butuh Puskesmas

Diterbitkan  Kamis, 05 / 03 / 2020 22:53 - Berita Ini Sudah :  646 Dilihat

LPM Kelurahan Segera Adakan Rapat Semua Elemen Masyarakat

CIPUTAT TIMUR-Warga Kelurahan Cempaka Putih mendesak Pemkot segera bangun Puskesmas. Pasalnya, kebutuhan dasar kesehatan sangat penting, untuk masyarakat di mana selama ini ketika berobat ke PKM Ciputat Timur berlokasi di Rempoa.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cempaka Putih Kecamatan Ciputat Timur, Iriyanti menyampaikan, saat ini pihaknya tengah mendorong semua komponen untuk sama-sama bersepakat bahwa warga membutuhkan Puskesmas Cempaka Putih, di mana satu-satunya kelurahan di Ciputat Timur yang belum memiliki layanan kesehatan berupa gedung Puskesmas.

“Jadi rencana kita LPM menjembatani keinginan masyarakat untuk disampaikan kepada pihak terkait tentang pengadaan puskesmas, yang se-Ciputat Timur cuma Cempaka Putih. Nanti kami akan mengadakan rapat warga, tokoh-tokoh masyarakat, karang taruna dan ormas. Kita akan kumpulkan semua,” katanya.

Rapat segera akan diadakan, dengan harapan adanya hasil rapat dapat dilayangkan kepada Walikota Tangsel sebagai landasan bahwa komitmen masyarakat Cempaka Putih begitu mendesak butuh Puskesmas. Terlebih sejak lama diusulkan hanya saja sampai saat ini belum ada kejelasan kapan akan dibangun.

“Kita bikin kesepakatan untuk membangun puskesmas, kemudian kita dengan notulen rapat kita lampirkan dan pemberitahuan kepada Walikota dan Dinas Kesehatan. Dan dinas-dinas terkait. Rencana pertengahan Maret. Nanti dari situ baru digerakan,” tambah ia.

Mengapa belum dibangun, dari latarbelakang ini karena belum ada lahan yang siap. Padahal di Cempaka Putih terdapat lokasi yang luasnya cukup untuk membangun gedung Puskesmas. Namun sayangnya lahan itu dikuasai oleh warga untuk tempat pemukiman. Andai saja ini ditangani tentunya membutuhkan proses lama, di mana warga sudah lama tinggal di sini.

“Sebetulnya Cempaka Putih punya lahan hanya ditempati oleh masyarakat. Ini probelem. Solusinya menurut kami harus ada kerjasama antara masyarakat, kelurahan dan pemerintah setempat. Memindahkan orang harus ada etikanya,” jelasnya.

Masyarakat sepenuhnya sebut ia, tidak berpikir bagaimana caranya dapat membangun Puskesmas itu. Intinya soal komunikasi saja sebetulnya baik kepada masyarakat, kelurahan, kecamatan dan Pemkot Tangsel. Jika komponen itu dijalankan yang pasti dapat berjalan dengan lancar.

“Butuh waktu lama itu tergantung negosiasi. Silahkan pemerintah yang melakukan. Masyarakat hanya punya keinginan. Soal alot dan tidaknya tergantung, bagaimana pemkot Tangsel melakukandengan serius dan konsisten,” imbuh ia.

Lurah Cempaka Putih, Tarmizi menyampaikan kendalanya tidak adanya lahan, sehingga meski keinginan itu sejak lama belum terwujud. Namun secara rill, lahan ada dari status tanah eks desa berubah ke aset Pemkot Tangsel. Hanya saja kondisi lahannya tengah diisi oleh warga yang telah menempati sejak puluhan tahun.

“Kendati ada aset eksdesa yang masuk ke Pemkot tapi ada penghuninya. Luasnya sangat cukup untuk membangun puskesmas,” tukas lurah humoris ini.

Dengan jumlah penduduk Cempaka Putih mencapai 27 ribu jiwa, masyarakatnya saat berobat harus ke PKM Ciptim yang jaraknya lumayan. Berkaca persoalan ini betapa dibutuhkannya puskesmas, ditambah lagi target RPJMD Tangsel yang akan selesai tahun 2021, maka harus diusulkan supaya masuk.

“LPM sudah mendorong keinginan untuk masyarakat. Di lokasi eskdesa, ada bangunan permanen dan semi permanen dan mereka datang dari mana-mana,” tambah ia.

Dirinya sekalu orang nomor satu di Cempaka Putih, sepenuhnya menyerahkan kepada Pemkot Tangsel yang memiliki kebijakan. Doa dan harapan besar bagimana lahan eksdesa dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk pembangunan layanan kesehatan.

“Kami kembalikan sepenuhnya kepada pemkot, kalau bisa diusahakan bagaimana caranya aset itu dapat digunakan untuk masyarakat luas, lokasi di RW 5, seluas 2 ribu meter dengan jumlah penghuni mencapai 100 rumah,” tutupnya. (din)

Komentar Anda

comments