Jaga Wilayah Agar Tetap Aman

Diterbitkan  Rabu, 11 / 03 / 2020 21:39 - Berita Ini Sudah :  330 Dilihat

Pemkot Hidupkan Siskamling Era Kekinian

CIPUTAT-Dalam menjaga keamanan wilayah, Pemkot Tangsel mengembalikan fungsi Sistem Keamanan Lingkungan ( Siskamling). Namun demikian polanya menggunakan Siskamling kekinian seperti terhubung dengan Polres Tangsel dan Pemkot Tengsel melalui  sambungan telekomunikasi.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie bahwa sejak Tangsel dilanda kerawanan munculnya teroris dan peredaran narkoba, langsung menggiatkan pengamanan mulai dari Siskamling. Hal ini difungsikan kembali mengingat fungsi daripada Siskamling sangat baik untuk menjaga lingkungan masyarakat.

“Siskamling dihidupkan kembali sejak peristiwa-peristiwa narkoba, terorisme dan lain-lain. Tetapi bukan saja datang jam sembilan lalu membawa kentongan lalu keliling dan aman pulang selesai. Bukan itu,” katanya.

Pola Siskamling era saat ini, tentunya harus ada kemajuan dan pembaharuan seiring dengan perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi. Dulu petugas Siskamling cukup membawa kentongan untuk menciptakan wilayah aman, tapi saat ini bisa menggunakan alat komunikasi, bahkan bila perlu dipasang kamera pada tempat-tempat yang vital dan rawan.

“Tetapi bagaimana sistem dapat dibangun dibantu CCTV dan pelaporan secara online tersambung dengan pemkot dan Polres Tangsel. Model Siskamling diera kekinian adalah seperti itu,” tambah Benyamin.

Selain sumber daya manusia yang bertugas di Siskamling, pemkot mengupayakan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), yang ada di jalan-jalan lingkungan. Termasuk desainnya dibuat dengan ketinggian dari kondisi saat ini. Tujuanya supaya jangkauannya lebih luas.

“Saya juga mintakan kepada dinas teknis seluruh lampu di Tangsel untuk desain supaya merubah tiang lebih efisien dan efektif antara lain dengan pipa kecil tetapi menjulang tinggi. Sehingga dapat mencapai pelosok dan lampunya menggunakan neon supaya ketika lampu mati RT dapat menganti melalui dana kelurahan. Yang terpenting bagaimana saat ronda lampu tetap nyala,” tandas Benyamin.

Tahun 2020, desain PJU untuk tiang lebih kecil dan tinggi sudah dilakukan, dan nantinya bakal disempurnakan pada 2021 mendatang. Untuk yang eksisting tentunya tetap beroperasi. Sementara itu, untuk PJU yang ada di lingkungan, pihaknya menyerahkan kepada pihak kelurahan yang mana sudah disuplai dana kelurahan dengan harapan apabila ada lampu mati dapat menggunakan anggaran itu.

“Untuk pengadaanya langsung dari kelurahan karena di bawah 200 juta melalui penunjukan langsung. Tahun ini PJU dianggarkan sekitar Rp 1,5 miliar dengan estimasi sekitar 300 titik. Jika menggunakan tiang yang lebih kecil pasti titiknya lebih banyak,” paparnya.

Sementara soal CCTV memang diakui Benyamin sampai saat ini jumlahnya baru puluhan, dan itupun baru di titik-titik perempatan, atau simpang jalan raya. Supaya aman, Pemkot berupaya akan memasang lebih banyak lagi pada titik-titik ruang publik dengan upaya lebih menciptakan kawasan tertib dan mengurangi kerawanan.

“Untuk CCTV belum banyak paling di perempatan. Yang dimiliki pemkot sekitar 18 an CCTV dan semua perlintasan diharapkan ada CCTV dan di sekolah serta di pasar. Rencana akan ditambahkan dianggaran perubahan,” tutup Benyamin.

Herman warga Serua menyampaikan, manfaat CCTV meski tidak dapat mencegah adanya tidak kejahatan tapi dapat membantu pengungkapan kejahatan lebih cepat. Oleh sebab itu, semakin banyak CCTV yang dipasang oleh Pemkot Tangsel menambah rasa aman bagi masyarakat Tangsel, sehingga saat aktivitas tengah malam tidak was-was.

“Semakin berkembangnya kota, perlu dilengkapi alat untuk menciptakan rasa aman berbagai teknologi canggih demi menjamin masyarakat tidak was-was saat melakukan aktivitas,” tuturpnya. (din)

Komentar Anda

comments