Depeko Tangsel Kunker ke Kabupaten Lombok Timur

Diterbitkan  Minggu, 15 / 03 / 2020 21:37 - Berita Ini Sudah :  328 Dilihat

KUNJUNGAN KERJA. Sedisnaker Tangsel, drg. Yantie Sari, Kadisnaker sekaligus Ketua Depeko Tangsel  Sukanta bersalaman dengan Kadisnakertrans Kabupaten Lombok Timur Supardi , jabatan tangan usai menerima peci khas Lombok Timur saat melakukan Kunker.

SERPONG UTARA-Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Tangsel melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Lombok Timur berlangsung sejak (11-13/3). Kunjungan dimaksud untuk menambah referensi seputar dunia kerja. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangsel sekaligus Ketua Depeko Sukanta, didampingi Sekdisnaker drg Yantie Sari bersama 34 rombongan yang di dalamnya ada BPS, Dishub, Disperindag unsur akademisi, unsur pakar pengupahan, unsur Serikat Pekerja (SP), unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Sukanta mengatakan pentingnya melakukan Kunker untuk melihat dan mengambil hal-hal positif bagaimana cara menangani prihal dunia kerja.”Kami menggali sumber untuk menjadikan referensi di Kota Tangsel. Sangat relevan untuk masyarakat Tangsel dari hasil Kunker ini,” katanya.Kadisnakertrans Kabupaten Lombok Timur Supardi menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatanganya dalam agenda Kunker.  Tentunya apa yang diterapkan dalam dunia kerja mudah-mudahan sedikit banyak dapat membawa dampak lebih baik lagi bagi rombongan dari Kota Tangsel.“Mudah-mudahan pulang membawa oleh-oleh hal yang positif untuk dapat diaplikasikan di Kota Tangsel,” pesannya.Sebagaimana dipaparkan oleh Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Lombok  Timur Adi. Dikatakan bahwa, Lombok Timur pernah terpuruk secara ekonomi, di mana para pengusaha yang mayoritas etnis China, beberapa tahun lalu habis, hanya akibat sepele. Alhamdulillah, situasi itu sudah berlalu dan kini Lombok Timur mulai kedatangan para investor, geliat ekonomi kian membaik,” tukas Adi.Berangkat dari pengalaman itu, dengan seluruh stakeholder Lombok Timur bersinergi menyelesaikan setiap konflik yang ada. Sekecil apapun konflik segera diatasi dengan prinsip musyawarah untuk mufakat, dengan kata lain tali silaturahmi selalu jaga dan kita tingkatkan.Ketua SPSI Tangsel Hary Murdiyanto mengatakan, tujuan disamping tali persaudaraan terutama kepada sesama aktivis serikat pekerja di Lombik Timur. Tentunya juga ingin mendapatkan pengalaman dan pengetahuan, bagaimana sikap SP di sini terhadap perumusan upah minimum kota/kabupaten (UMK). Bagaimana penerapan konsep struktur upah dan skala upah (Susu), apakah sudah ditetapkan atau belum. Tujuan secara umum adalah untuk menambah wawasan pengurus Depeko, sekaligus untuk medapatkan perbandingan bagaiman pola interaksi para pihak terkait dengan penetapan upah dan kondusifitas wilayah kenyamanan berinvestasi.Unsur Perguruan Tinggi /Akademisi, Fahruddin Zuhri menegaskan, dari berbagai pertanyaan yang diajukan Depeko Tangsel dan tanggapan dari tuan rumah dapat disimpulkan bahwa, ada dua sumber munculnya potensi konflik. Pertama,  bermuara dari suku, agama dan ras (sara), dan kedua, bersumber dari masalah kesejahteraan “isi perut”. Keduanya dipastikan cepat sekali menyulut konflik, apalagi jika ada pihak ketiga penyulutnya provokator.“Kami berterima kasih mendapatkan pencerahan, terutama disampaikan Ketua SPSI, bahwa segala bentuk ketentuan wajib kita patuhi, sepanjang kemampuan  memadai, karena lebih mengedepankan kepentingan bersama secara jangka panjang,” tuturnya.Tangsel sebagai kota perdagangan dan jasa wajib menjaga kondusifitas wilayah dari sisi apapun, agar investor nyaman berinvestasi di Tangsel. “Bahwa pengalaman Ketua SPSI Kabupaten Lombok Timur yang diungkapkan, patut kita jadikan pelajaran yang berharga,” tutupnya. (din)

Komentar Anda

comments