Bir Pletok Asli Tangsel Tembus Mancanegara

Diterbitkan  Minggu, 22 / 03 / 2020 23:33 - Berita Ini Sudah :  437 Dilihat

Berkah Viral Jahe Tangkal Virus Corona



SERPONG- Belakangan ini sempat viral informasi jahe mampu menangkal virus corona. Jaringan media sosial ramai menyebutkan khasiat jahe, di antaranya memperkuat imun tubuh. Alhasil, jahe di pasaran pun semakin tinggi harganya dan terbilang langka.
Fenomena tersebut tak luput membawa berkah juga bagi minuman khas Tangsel, Bir Pletok yang terbuat dari bahan jahe. Bir pletok semakin banyak diminati. Bahkan bir pletok hasil olahan Tangsel ini kini tembus pasar mancanegara seiring tingginya permintaan sebagai minuman penguat imun tubuh dalam menangkal virus corona.
Lewat tangan Chef asal Tangsel yakni Taufik Hidayat Syah, jahe yang semakin mahal lantaran diburu warga dibuatnya menjadi bir pletok yang kaya akan rempah.
Taufik sebenarnya sudah lama membuat bir pletok dengan versinya yang dinamanakan Bir Pletok 17. Bukan hanya jahe, tetapi rempah lainnya seperti sereh, kayu manis, cengkeh, daun jeruk, dan ragam rempah lain dicampur menjadi satu.
Pada situasi pandemi Covid-19, Taufik mengaku penjualan bir pletoknya meningkat 300 persen. Pesanan dari luar itu tentunya menjadi keuntungan sendiri bagi Taufik dan rekan-rekan yang terus memproduksi bir pletok.
“Alhamdulillah peningkatan penjualan Bir Pletok 17 yang biasa 80 hingga 100 botol, kini bisa 200 hingga 250 botol sehari. Itu untuk yang cair dan kita juga ada varian kering yang bisa terjual 80 hingga 100 pcs per hari,” ungkap Taufik yang juga pendiri sekolah masak Danish Culinary School, Sabtu (21/3).
Untuk harga varian Bir Pletok 17 cair dijualnya seharga Rp 10 ribu per botol dan untuk soft taste dengan harga Rp 7 ribu per botol. Sedangkan untuk varian kering bisa didapat dengan harga Rp 25 ribu.
Banyak peminat bir pletok buatannya, bukan hanya dari daerah Tangsel saja. Sudah ke luar negeri seperti Malaysia.
Untuk itu, Taufik bukan hanya menjual bir pletok yang sudah siap diminum. Ia juga menjual bahan-bahan atau rempah yang digunakan membuat bir pletok.
“Bir pletok yang kering ini kuat sekitar 3 sampai 4 bulan dengan harga Rp 25 Ribu dan sudah dijual hingga ke Depok, Bandung, Banjarmasin, Sulawesi, Batam bahkan ada yang membawa titipan ke luar negeri yaitu ke Kuala Lumpur,” ujarnya.
Dikarenakan banyaknya orderan, Taufik sampai harus membatasi pesanan. Dirinya berencana akan meningkatkan produksi Bir Pletok 17.
“Orderan sangat banyak dan harus kita batasi untuk pembelian maksimal 20 botol per orang. Kemarin ada yang pesan 40 botol, tapi saya tahan biar semua kebagian,” katanya.
Ini dilakukannya agar bisa dinikmati semua kalangan. Taufik juga meracik bir pletok varian soft taste yang cocok untuk anak-anak, karena tidak pedas seperti bir pletok pada umumnya.
“Soft taste ini tidak pedas dan untuk orang yang tidak suka rasa herbal. Varian ini untuk mengakomidasi kebutuhan keluarga untuk proteksi anak-anak,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments