Fraksi PKB Minta Pemkot Tangsel Pantau Harga Sembako

Diterbitkan  Senin, 23 / 03 / 2020 21:31 - Berita Ini Sudah :  539 Dilihat


SETU-Terkait dengan wabah virus Korona yang sudah mewabah ke Kota Tangsel, berdampak pula pada melonjaknya harga sembako di pasar-pasar tradisonal di Tangsel. Hal ini membuat DPRD Kota Tangsel mendesak agar pemerintah juga turun untuk memantau dan menekan kenaikan harga sembako di Tangsel.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Tangsel, juga meminta agar pengawasan terhadap prilaku penimbunan sembako juga diawasi ketat, agar sembako benar-benar bisa dimiliki secara merata dan tidak ada penimbunan.
Terlebih lagi menurut Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Tangsel, M Soleh, sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadan, sehingga akan sangat mungkin terjadi kenaikan harga sembako yang sangat tinggi, dan ini akan berdampak buruk terhadap masyarakat.
“Kami minta dinas terkait agar terjun pula ke pasar tradisonal untuk menekan lonjakan harga sembako di tengah wabah Korona ini. Ditambah lagi sebentar lagi akan memasuki Ramadan, sehingga ini akan berdampak sangat buruk terhadap masyarakat jika kelonjakan harga ini semakin tinggi nanitnya,” ungkapnya.
Lanjut Soleh, yang juga mengkhawatirkan ialah, tidak hanya sekedar tingginya kenaikan harga sembako saja, tetapi juga adanya aksi penimbunan sembako dari oknum yang tidak bertanggungjawab di tengah wabah virus seperti saat ini.
“Siatuasi seperti ini yang cukup dikhawatirkan ialah adanya penimbunan sembako, jadi kami minta pemerintah kota bersama dengan Polres Tangsel juga turun langsung. Terlebih lagi Kapolri sudah mengeluarkan maklumat, jadi kita berharap agar di stuasi seperti ini semuanya benar-benar aman dan kondusif,” ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjut Soleh, Fraksi PKB juga meminta agar Meminta Pemkot Tangsel agar bekerja sama dengan pengelola pasar tradisional untk melakukan edukasi pada para pedagang untk menggunakan masker dan menggunakan sarung tangan selama berdagang. Bila perlu langkah awal pemkot membagikan alat pelindung diri secara gratis.
“Edukasi terhadap para pedagang juga sangat penting, karena kami melihat sampai saat ini masih pada sekali aktifitas di pasar-pasar tradisonal. Sehingga para pedagang harus bisa menjaga kebersihan sesuai dengan standar WHO, agar tidak ada penularan di pasar,” ungkapnya.
Sementara itu Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Tangsel, Sudiar, menambahkan, Pemkota Tangsel harus ekstra aktif dalam menyingkapi permasalahan yang terjadi saat ini, yakni dengan membuat posko-posko pengaduan penanganan penyebaran Virus Covid 19 dan juga Call Center yang dibuat Pemkot tangsel harus selalu di cek kondisinya.
“Kemarin saya coba telepon ke Call Center 112 ternyata tidak aktif, saya coba bangun komunikasi dengan Kadis Dinkes terkait penyebaran virus Covid 19 belum juga ada respon. Kami berharap agar masalah yang terjadi saat ini bisa kita hadapi bersama-sama, Masyarakat tidak perlu panik tetapi juga tidak boleh menganggap remeh hal yang terjadi saat ini. Semoga bencana adanya penyebaran Virus Covid 19 dan kestabilan harga pasar dapat kita lewati bersama sehingga kita semua dapat menjalankan ibadah di bulan Suci Ramadhan dengan penuh hikmat,” pungkasnya. (dra).

Komentar Anda

comments