Dindikbud Tangsel Dukung Ujian Nasional Ditiadakan

Diterbitkan  Rabu, 25 / 03 / 2020 21:29 - Berita Ini Sudah :  381 Dilihat

CIPUTAT-Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk meniadakan pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2020. Keputusan tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19 yang ada di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Taryono mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan surat resmi terkait peniadaan UN di 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kendati demikian, pihaknya mendukung jika UN di sekolah tingkat SD sampai SMA/SMK ditiadakan.

“Kita sudah mendengar Pak Menteri, namun secara resmi kami belum menerima suratnya.Namun demikian kalau terkait dengan ujian di tunda itu kami tentu saja setuju,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kebijakan tersebut sama halnya dengan mengembalikan kebijakan yang semula. Yakni dengan merdeka belajar.

Salah satu komponennya, lanjut Taryono, bahwa UN memang harus dikembalikan kewenangannya kepada sekolah. “Jadi asesmen atau penilaian guru itu dalam proses itu menjadi kewenangan sekolah. Jadi tidak UN lagi tapi ujian sekolah. Memang bener itu,” ujarnya.

Dia menuturkan, pada prinisipnya pemerintah daerah setuju dengan kebijakan baru tersebut. Tetapi untuk pelaksanaan di daerah tentu saja menunggu edaran resmi dari Kemendikbud.

Taryono menambahkan, jika pihaknya sudah menerima surat edaran tersebut maka di tahun 2020 dipastikan tak ada UN. Tetapi hanya ujian sekolah saja.

“Itu memang kembali ke esensi pendidikan. Proses pembelajaran itu kan meliputi perencanaan pembelajaraan, pelaksanaan pembelajaran,evaluasi atau penilaian. Ketiga tiganya itu adalah kewenangan guru, kewenangan sekolah. Jadi kalau itu dikembalikan ke sekolah berarti dikembalikan seperti semula. Apalagi berkaitan dengan semakin merebaknya covid 19. Kami berharap agar masalah ini covid 19 cepet selesai,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Jokowi sudah memutuskan untuk meniadakan pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2020. Keputusan itu sebagai bagian dari sistem respon wabah Covid-19 yang salah satunya adalah pengutamaan keselamatan kesehatan rakyat.

Sebelumnya Kemendikbud bersama Komisi X DPR RI pun telah memberikan dua opsi untuk mengganti UN 2020. Yakni Ujian Sekolah Berstandar Nasonal (USBN) yang dilalukan secara daring atau meluluskan siswa berdasarkan nilai rapor. Namun, opsi tersebut masih dikaji.(irm)

Komentar Anda

comments