Tangsel Zona Merah Covid-19

Diterbitkan  Senin, 30 / 03 / 2020 21:28 - Berita Ini Sudah :  479 Dilihat


Dewan Minta Airin Berani Keluarkan Kebijakan Local Lockdown

SETU-Saat ini Kota Tangsel sudah memasuki zona merah penyebaran wabah pandemi Corona virus Disease (Covid-19). Dari data terakhir 30 Maret yang dikeluarkan Pemkot Tangsel tercatat Orang Dalam Pemantauan (ODP) 280 Pasien Dalam Pengawasa (PDP) 123, Posotif 31, Meninggal Dunia 6.

Status tanggap darurat bencana Covid-19 yang telah dikeluarkan oleh Pemkot Tangsel dinilai masih belum efektif untuk memerangi penyebaran Corona yang berbahaya ini.
Bahkan dengan tegas, Anggota DPRD Kota Tangsel dari Fraksi Gerindra-PAN, Abdul Rahman dengan berani mengatkan, mendorong agar Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany berani menaikan status menjadi Local Lockdown atau karantina wilayah untuk Kota Tangsel.

Menurut politisi yang lebih akrab disapa Arnovi ini, menaikan status tanggap darurat menjadi local Lockdown sangat diperlukan untuk menyelamatkan warga Tangsel dari wabah virus tersebut. Mengingat Tangsel yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Jakarta.

“Warga Tangsel sudah mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak berkumpul dan berdiam diri di rumah, tapi warga luar Tangsel masih bebas keluar-masuk ke Tangsel. Dengan kondisi zona merah pemkot harus mengambil kebijakan Local Lockdown, untuk tahap awal 1 bulan pertama misalnya. Nah setelah local lockdown pemkot segera melakukan langkah-langkah untuk antisipasi virus corona,” tegasnya, kemarin.

Lanjut Arnovi, skema Local Lockdown dengan cara menutup akses masuk ke Kota Tangsel sementara waktu. Sehingga dengan langkah tersebut pemerintah bisa lebih fokus dalam memutus penularan virus bebahaya ini.

“Himbauan berdiam diri di rumah akan lebih efektif bila dilakukan tindakan refresif, karena kalau hanya warga saja yang disuruh berdiam diri di rumah, sementara warga luar Tangsel masih bebas keluar masuk Tangsel ini sangat berbahaya. Apalagi Tangsel berbatasan langsung degan Jakarta yang sudah jelas-jelas daerah yang lebih banyak korban Covid-19. Maka tidak ada pilihan lain untuk memutus penularan virus untuk jangka waktu tertentu segera lakukan Karantina Wilayah Tangsel atau Local Lockdown,” ungkapnya.

Disinggung soal usulan Local Lockdown tersebut akan berdampak pada perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah di Tangsel. Arnovi mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tangsel dinilai sangat cukup untuk membantu.

“Saya paham, ini memang tidak mudah. Tetapi ini demi nyawa manusia, demi keselamatan warga Tangsel. Untuk persoalan ekonomi anggaran kita tentunya bisa membantu. Ditambah lagi pasti akan banyak pula nanti para dermawan yang turun tangan membantu juga,” ujarnya.

Dalam menaikan status Local Lockdown, dengan cara menggeser seluruh kegiatan dan program fisik yang sebelumnya telah dianggarkan. Ditambah lagi saat ini masih triwulan pertama, di mana banyak juga kegiatan fisik yang belum berjalan. Sehingga akan lebih mudah lagi dilakukan pergeseran anggaran.

“Saat ini masih triwulan pertama, jadi kegiatan fisik juga masih banyak yang belum dikerjakan. Jadi lebih baik anggaran itu kita geser untuk melengkapi perlengkapan medis, membantu masyarakat menengah ke bawah saat dilakukan karantina wilayah. Karena menurut kami ini adalah langkah cepat untuk memutuskan penularan virus ini,” ungkapnya.

Dengan melakukan Local Lockdown sampai batas waktu tertentu, akan membuat pemerintah lebih mudah dalam melakukan tindakan pencegahan serta pengobatan terhadap pasien.

“Kalau Tangsel dikarantina atau Local Lockdown, maka pemerintah akan jauh lebih mudah dalam melakukan tindakan prefentif tenaga medis juga
nantinya tidak akan kewalahan dengan terus bertambahnya pasien. Sekali lagi ini demi keselamatan warga Tangsel,” pungkasnya. (dra).

Komentar Anda

comments