PT Indah Kiat Sumbang APD ke Pemkot Tangsel

Diterbitkan  Senin, 06 / 04 / 2020 21:04 - Berita Ini Sudah :  639 Dilihat


CIPUTAT – PT Indah Kiat Pulp and Paper Mill Tangerang Tbk menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tim medis yang menangani wabah virus Corona di Kota Tangsel. Penyerahan berlangsung kemarin Senin (6/4) di balaikota Tangsel secara simbolis kepada Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Head of Sustainability PT IKPP Tangerang Kholisul Fatikhin mengatakan, bantuan yang diberikan kepada Pemkot Tangsel merupakan bagian dari Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Kondisi saat ini harus ada keterpaduan dalam memerangi Covid 19 agar segera berakhir dan aktivitas masyarakat tetap kembali normal.

“Ini kesempatan bersama-sama untuk menghadapi musibah dan wabah Covid-19. Mudah-mudah wabah yang menimpa kita dan seluruh dunia cepat berakhir terlebih akan memasuki Ramadan sehingga kita bisa melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusuk,” ia menyampaikan.

Kata dia, tenaga medis dan jajaran pelayanan publik merupakan garda terdepan untuk memerangi virus Covid-19 yang mempunyai sifat penyebaran relatif cepat. Memang saat-saat ini tak mudah dalam memperoleh APD dalam jumlah banyak. Namun dengan upaya keras mencari dengan harapan dapat membantu tim medis Pemkot Tangsel akhirnya memperolehnya dan langsung disalurkan.

“Itu sebabnya donasi kami pilih berbentuk alat kesehatan yang dapat langsung mereka gunakan menangani pandemi. Kendati memang tidak mudah dalam memperoleh APD disaat kondisi seperti sekarang ini,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini semua pihak harus bergotong royong dan bersatu padu membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan wabah Corona yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat hingga perekonomian bangsa.

“Meski dunia usaha pun menghadapi imbas wabah Covid-19, namun semangat persatuan dan kemanusiaan harus dijunjung tinggi demi meringankan beban pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu Kholisul berharap pandemi virus Corona dapat segera teratasi dan segera berlalu, sehingga terciptanya situasi yang kembali kondusif pada tataran masyarakat. “Tak hanya dari kesehatan masyarakat, tetapi juga kehidupan sosial dan penguatan dunia usaha nasional,” pungkasnya.

Sementara itu bantuan secara keseluruhan langsung diberikan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tangsel terdiri dari pakaian hazmat 200 pasang, disinfektan 500 liter, hand sanitizer 500 ml sebanyak 56 botol. Selain bantuan untuk gugus tugas penanganan covid-19, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang juga menyalurkan bantuan untuk kantor kecamatan di antaranya, alat semprot lima unit, cairan disinfektan 25 liter, hand sanitizer 30 botol untuk kantor kelurahan, Thermometer Gun dua unit dan Damkar Tangsel mendapatkan disinfektan sebanyak 125 liter.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan untuk menangani wabah virus Corona harus bergandengan dengan stakeholder yang lainnya. Karena tidak mungkin pemerintah menangani wabah Corona secara mandiri. Semua harus terlibat secara bahu membahu termasuk masyarakat harus mengikuti instruksi protokoler kesehatan yang diterapkan.

“Bisa memutus mata rantai virus Corona dengan bantuan dari perusahaan. Saya pun mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan semua ini. Sebab kita tidak mungkin berjalan sendiri maka dari itu sangat diharapkan bantuan dari semua pihak dan perusahaan untuk bahu membahu,” katanya.

Menurutnya, di Kota Tangsel menjadi endemik virus Corona. Untuk itu, sudah seharusnya masyarakat di Tangsel bersama-sama memerangi virus Corona. Karena sampai saat ini semuanya tidak tahu obat yang dapat menyembuhkan. Maka caranya adalah mencegah baik dari hulu dan hilir. Dari hulu mengeluarkan kebihakan untuk menerapkan pola sosial distancing, ataupun pisikal distancing termasuk menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Harapannya bantuan dari perusahaan bisa membantu pemerintah untuk mengurangi virus Corona. Melalui tim medis yang berjuang di garis depan tentunya harus menggunakan APD. Jangan sampai mereka yang menangani tapi malah terkena Corona yang mana ada beberapa medis yang menjadi korban di Jakarta,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi tugas rumah bersama bagaimana penerapan hulu agar warga tetap di rumah. Sementara mereka juga terdampak akibat tidak ada produktivitas maka ekonomi pun menurun. Apa yang menjadi tanggungjawab bersama pemerintah juga memikirkan soal ekonomi agar mereka juga tetap bertahan hidup.

“Oleh karena itu bagaimana kita juga memikirkan kebutuhan sembako terlebih jelang Ramadan supaya ibadah kita semua semakin khusuk. Sebab sekuat apapun ijin seseorang apabila kondisi stres imun tidak akan berfungsi dengan baik,” jelas Airin.(din).

Komentar Anda

comments