Gerakan Mengunting Masker Bekas Muncul

Diterbitkan  Rabu, 08 / 04 / 2020 22:51 - Berita Ini Sudah :  920 Dilihat


Cegah Penyebaran Covid-19

SERPONG-Gerakan mengunting masker setelah dipakai disuarakan oleh pemerhati lingkungan. Hal ini untuk meminimalisir pemanfaatan bekas masker di tempat-tempat sampah.

Pemerhati lingkungan Gusri Effendy yang pernah meraih penghargaan dari Qatar tahun 2002 silam melihat kondisi saat ini masker sangat langka akibat banyak permintaan. Masyarakat diwajibkan menggunakan masker sehari-hari saat beraktivitas.

“Satu sisi kita bisa melihat jangan sampai masker yang bekas dipakai kemudian dibuang ke tempat sampah tanpa dilalui penanganan khusus ini sangat membahayakan bagi para petugas kebersihan,” katanya.

Yang mengkhawatirkan ada pihak-pihak mencari keuntungan namun tidak bertanggung jawab mengambil masker lalu diolah lagi dan dipasarkan. Ini yang sangat meriskankan apabila terjadi. Jika menghitung jumlah penduduk Tangsel 1,6 juta jiwa diambil 20 persen saja sudah bisa mencapai tiga ratusan dua puluh ribu lembar masker.

“Maka perlu diantisipasi. Bagaimana caranya yaitu mencuci bekas masker lalu digunting sebelum dibuang. Bila perlu dipisahkan menggunakan kantong mudah terurai supaya petugas kebersihan gampang mimisahkan agar pengelolaanya lebih mudah,” tambah ia.

Naasnya jika berhenti di orang-orang yang sedang mencari celah ini bisa saja diolah kemudian didaur ulang dan dijual. Secara kebersihan jelas tidak higienis dan bisa lebih besar lagi penyebaran virus Covid-19 di mana dorplet batuk dan bersin bisa mengering di situ. Siapa yang bisa menjamin bekas doplet yang dibuang ke sampah tidak menimbulkan penularan.

“Maka sangat butuh kesadaran bersama. Jika ingin virus Covid segera berakhir harus dimulai dari kesadaran masyarakat. Semua harus bersama-sama saling mendukung,” jelasnya.

Negara-negara yang lebih dulu tingkat penurunan Covid-19 lebih cepat dapat dilihat kohesinya karena masyarakatnya tertib dan disiplin. Patuh pada aturan pemerintah. Sementara Itali yang warganya ngeyel-ngeyel hingga kini terus bertambah.

“Indonesia khususnya warga Tangsel jika ingin cepat ada penurunan harus disiplin. Kedisiplinan akan membuahkan keteraturan dan penekanan pada satu keadaan. Diharapkan ini dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari sehingga nanti setelah Corona hilang tetap dijaga kedisiplinan,” tegasnya.

Suara ini sudah dikomunikasikan kepada Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang mana orang nomor satu di kota pemekaran Kabupaten Tangerang menyepakati. Menurut mantan Putri Indonesia ini gerakan ini bagus dalam upaya meminimalisir penyebaran Covid-19. Sudah seharusnya memang gagasan warga dalam mendukung percepatan penurunan Covid harus datang dari elemen masyarakat.

“Ibu Walikota sudah menyetujui apa yang saya usulkan. Dan beliau mengapresiasi soal usulan ini karena untuk menghindari penyebaran Corona lebih luas lagi,” tuturnya.

Jangan sampai para pekerja kebersihan yang bekerja setiap hari mengangkut sampah di rumah-rumah, lingkungan, pasar-pasar tertular. Sebelum ada kejadian alangkah baiknya dicegah lebih dahulu.(din).

Komentar Anda

comments