Penerapan PSBB Berimbas Pada Pendapatan Sopir Angkot

Diterbitkan  Selasa, 14 / 04 / 2020 21:43 - Berita Ini Sudah :  1182 Dilihat

Tokoh Masyarakat Pemkot Jangan Sayang Gelontorkan Bantuan

CIPUTAT-Penerapan kebijakan Peraturan Pembatasan Bersekala Besar (PSBB) di Tangsel akan berimbas pada pendapatan sopir angkot. Kendati sebelum ada penetapan PSBB pendapatan sudah menurun.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tangsel Yusron Siregar yang menyampaikan jika dilihat dari kebijakan penerapan PSBB pasti akan berimbas pada pendapatan sopir angkot yang ada. Namun demikian kebijakan yang diterapkan juga upaya pemerintah dalam menangani Covid-19.

“Kalau bicara kerugian ya jelas banyak karena imbas sikon sekarang penghasilan mereka sekarang hanya 15 – 20 % dari sebelumnya,” katanya.

Kendati Perwal belum dikeluarkan tapi berkaca pada DKI jumlah penumpang per sekali jalan di batasi. Dengan demikian diperkirakan pun di Tangsel sama.

Hal ini akibat menurunnya jumlah penumpang akibat banyak yang khawatir untuk keluar rumah. Masyarakat mngikuti imbauan pemerintah untuk membatasi pergerakan secara bebas. Maka sangat berdampak pada operasional angkot setiap harinya yang mondar mandir mencari penumpang sementara orang tak lagi ada di pasar-pasar dan mall.

“Karena objek dari angkot inikan manusia yang bergerak dari satu tempat ketempat lain. Sementara manusianya sudah dibatasi pergerakannya, jadi jelas semakin memperpuruk keadaan mereka,” tambah ia.

Yusron bisa membayangkan saat nanti penerapan PSBB pasti penurunannya makin drastis. Berkaca sejak ada Covid -19 pun sudah anjlog apalagi nanti diterapkan PSBB. Ini tentunya sangat membuat keprihatinan para sopir angkot yang mana mereka juga memiliki keluarga, anak dan istri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perlu juga dipikirkan oleh pemerintah daerah dalam hal ini supaya mereka juga tetap tenang tidak risau di tengah pandemik Corona.

“Karena seblum ditetapkannya PSBB inipun sudah terpuruk duluan sebagai bagian dari masyarakat juga kita otomatis harus mengikuti kondisi ini. Tetap akan beroperasi meskipun nombokin dalu biaya operasionalnya,” tambah ia.

Secara terpisah Tokoh Masyarakat Tangsel Rasyid Syakir menegaskan jika langkah yang di lakukan Pemkot Tangsel dalam penanganan Covid-19 tepat. Hal ini sejalan dengan langkah yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dengan memberlakukan PSBB. Tujuan dari pada PSBB adalah untuk mengatur semua aktivitas masyarakat dalam memutus matarantai penyebaran Corona -19.

“Pada dasarnya kami mendukung kebijakan pemerintah penerapan PSBB dalam rangka menangani Corona. Hal ini seiring jumlah paparan Corona semakin hari terus bertambah,” tambah ia.

Namun juga hal yanh harus dipersiapkan oleh Pemkot Tangsel dalam penerapan kebijakan PSBB yaitu bagaimana dapat menjamin masyarakat lebih tenang tidak was-was. Jangan sampai kebijakan ditetapkan tapi masyarakat dalam kegelisahan terutama masyarakat yang terdampak.

“Itu yang harus dipikirkan bagaimana menjamin masyarakat miskin agar tetap tenang di rumah selama kebijakan ini diberlakukan. Tentu data penerima bantuan dari Pemkot Tangsel sudah ada sebelumnya. Namun ada jumlah baru yang terdampak akibat Covid-19 misalnya pedagang kaki lima, karyawan yang di PKH dan lain sebagainya,” tambah ia.

Penyaluran diharapkan bisa merata kepada orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan. Pemerintah diharapkan jangan sayang-sayang mengelontorkan anggaran karena itu adalah hak rakyat uang yang dikumpulkan dari pajak.

“APBD Tangsel cukup besar maka jangan pernah sayang untuk mengucurkan bantuan kepada mayarakat. Ini demi keselamatan rakyat Tangsel dalam kondisi yang tidak menentu akibat Corona,” tutupnya. (din).

Komentar Anda

comments