Airin Khawatir Akan Orang Tanpa Gejala

Diterbitkan  Senin, 27 / 04 / 2020 20:27 - Berita Ini Sudah :  469 Dilihat

CIPUTAT-Untuk penanganan gejala ringan Covid-19, Pemkot Tangsel telah menyediakan Rumah Lawan Covid-19. Namun, dikhawatirkan masih ada orang tanpa gejala(OTG) yang belum melakukan karantina mandiri.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, pihaknya terus mmeminta bagi masyarakat yang masuk orang dalam pemantauan (ODP) untuk melakukan karantina mandiri. Bahkan sekarang sudah ada ODP yang di rumah lawan covid.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya dalam rangka memutus mata rantai covid-19.

“Kita terus dorong dalam rangka kita mengetahui. Karena sekarang ini banyak orang yang OTG Jadi ini yang kita khawatirkan,” katanya dikawasan Pamulang, Kota Tangsel kemarin.

Menurutnya OTG sangat dikhawatirkan karena dia adalah orang sehat yang dapat menulari seseorang yang usia sudah di atas 50 atau 60 tahun. Terlebih bagi mereka yan punya penyakit bawaan.“Ini yang kita harapkan. Sehingga OTG-OTG ini bisa dirumah,” ujarnya.l

Airin menyampaikan, sebenarnya sudah ada beberapa OTG di Kota Tangsel. Selama ini mereka masuk kategori positif covid-19. Kendati demikian, Airin tak hafal jumlah OTG yang ada di Tangsel. “Saya lupa, tapi yang pasti  ada beberapa yang sudah kita masukan ke rumah lawan covid. Ada 3 orang, keadaran sendiri mereka mau untuk di rumah lawan covid,” tuturnya.

Di sisi lain, Bidang Penanganan Gugus Tugas Covid-19 Tangsel Suhara Manullang mengatakan, Rumah Lawan Covid-19 yang diperuntukan mengkarantina warga Tangsel yang masuk dalam ODP dan PDP tanpa gejala sudah mulai diisi oleh tiga pasien. Yakni dua laki-laki dan satu perempuan.

“Pasien tersebut adalah ODP yang mendapatkan pemeriksaan rapid test beberapa waktu lalu, hasilnya positif. Artinya bahwa pasien ini masuk ruangan PDP. Karena di Rumah Lawan Covid-19, kan ada untuk ODP dan PDP yang ringan,” terangnya.

Dia menambahkan, ketiga pasien tersebut akan dipantau secara rutin untuk mengecek perkembangan kesehatannya. Nantinya, jika pasien ada perburukan akan segera dibawa menuju RS Aria Sentra Medika, Kedaung, Pamulang. Nantinya, keluarga pasien yang menjalani karantina di Rumah Lawan Covid-19 juga mendapat perhatian dari tim Gugus Tugas tingkat RT dan RW.

“Kita tidak hanya berbicara pasiennya saja. Tapi keluarganya juga bagaimana, siapa yang memantau, siapa yang mengawasi. Maka gugus tugas tingkat RW dan RT itulah yang diharapkan berperan juga. Sehingga selama dikarantina, ada juga yang memperhatikan keluarganya. Kan tujuannya yang sakit dipisahkan dari yang sehat, tapi juga yang sehat keluarganya juga jangan sampai tidak dalam kebutuhan sehari-harinya ada yang memperhatikan,” tuturnya.(irm)

Komentar Anda

comments