Polisi Amankan Pelaku Pengeroyokan Warga Aceh

Diterbitkan  Minggu, 10 / 05 / 2020 20:53 - Berita Ini Sudah :  590 Dilihat

SERPONG-Kepolisian sektor (Polsek) Serpong terus begerak cepat untuk mengumpulkan bukti-bukti pengeroyokan terhadap M Basri warga asal Aceh hingga tewas, pada Jumat (8/5) dini hari lalu.

Dalam video amatir yang viral di media sosial, Basri yang tertangkap dan berlumuran darah sudah dikerumuni warga. Tak hanya itu, Basri diikat di pohon menggunakan kabel atau tali.

M Basri diduga ingin merampas sepeda motor milik pemuda bernama Raka Indrawan di sebuah mini market kawasan Sektor 12, Ciater, Serpong, Tangsel.

Raka kemudian berteriak meminta tolong. Warga yang melintas dan mendengar teriakan Raka segera mendatangi lokasi langsung menghakimi M Basri hingga luka parah.

Luka parah yang dideritanya, menyebabkan Basri meninggal dunia di Rumah Sakit.

Atas kejadian tersebut, Kapolsek Serpong AKP Supriyanto terus melakukan proses penyelidikan dan sudah mengamankan satu orang yang terlibat pengeroyokan hingga menyebabkan warga Aceh meninggal dunia.

“Satu orang berhasil kami amankan. Sampai sekarang masih proses pengejaran kepada para pelaku lainnya yang terlibat,” tutur Supriyanto saat dikonfirmasi, Minggu (10/5).

Supriyanto juga masih mendalami keterangan saksi dan memeriksa Closed Circuit Television (CCTV), perihal Basri diduga ingin merampas motor.

“Baru meminta kunci motor dan belum terjadi, proses terhadap dugaan pelaku atau korban yang ingin merampas motor masih didalami dengan pemeriksaan saksi-saksi dan CCTV,” terangnya.

Lebih lanjut, adanya barang bukti adanya kunci leter T itupun masih dilakukan penyelidikan lebih dalam.

“Masih kita dalami kepemilikannya yang ada pada pelaku atau korban,” jelasnya.

Sementara itu untuk satu orang yang sudah diamankan di Polsek Serpong, dijerat tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan seorang meninggal dunia. “Pasal 170 KUHP,” singkatnya.

Salah satu pegawai mini market membenarkan kejadian tersebut sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Namun, dirinya tak mengetahui apa yang menjadi penyebab hingga Basri diamuk warga.

“Iya katanya jam 1 pagi, tapi ini sudah tutup jam 10 malam udah tutup. Jadi enggak tau apa-apa,” imbuhnya.

Bahkan, pegawai mini market tersebut di pagi harinya kaget dengan banyaknya darah segar dan langsung membersihkannya.

“Iya saya yang bersihin, darahnya banyak banget,” pungkasnya.(dra)

Komentar Anda

comments