Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tangsel Minta Pemkot Kaji Lebih Matang

Diterbitkan  Senin, 01 / 06 / 2020 21:16 - Berita Ini Sudah :  665 Dilihat

Pembukaan Sekolah di Masa New Normal

PAMULANG-Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Tangerang Selatan menilai bahwa kebijakan dan skenario dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang New Normal pembukaan dan pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 perlu dikaji lebih matang oleh masing-masing daerah termasuk Pemkot Tangsel. Hal ini mengingat sekolah adalah tempat yang dirasa mampu untuk memperluas laju penyebaran Covid-19.

Dilansir dari siaran pers yang diterbitkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten nomor 488/071-Kominfo/V/2020 tentang Banten Lanjutkan PSBB, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany sepakat untuk tetap melaksakan PSBB Tahap Ketiga. Dengan beberapa pengecualian pelonggaran yang juga tetap mengacu pada pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat.

Mengenai itu, IPM Tangerang Selatan mengatakan bahwa skenario pemberlakuan New Normal di sekolah memerlukan protokol kesehatan yang jelas. Pemerintah perlu turut mempersiapkan beberapa antisipasi perluasan virus. Sebab tidak cukup hanya dengan membeli dan memperbaiki fasilitas kesehatan. Namun, juga melakukan sosialisasi nyata dan terukur mengenai protokol kepada seluruh elemen yang ada di sekolah mulai dari guru sampai dengan karyawan.

Ketua umum IPM Kota Tangerang Selatan, Fashli Hafiy Edrian mengungkapkan, Pemkot Tangsel  perlu menggodok lebih jauh protokol New Normal itu. Terkhusus terhadap sekolah-sekolah yang masih minim fasilitas kesehatan. Pemkot juga perlu melakukan edukasi dan sosialisasi secara berkala kepada pelajar, guru, maupun karyawan yang terlibat secara langsung dengan proses pemberlakuan kebijakan itu agar tidak terjadi penyelewengan saat kebijakan itu diberlakukan.

“Pemberlakuan New Normal dan pembukaan sekolah juga haruslah menyentuh aspek pengelolaan yang bersifat manajerial seperti pengaturan jarak duduk antar siswa. Mekanisme kegiatan belajar-mengajar yang jelas, penyesuaian jumlah siswa tiap kelas. Termasuk  pemberlakuan shift bagi guru dan karyawan,” katanya.

Kebijakan dan protokol New Normal juga harus mempertimbangkan efektivitas dan optimalnya keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar. Menjaga kesehatan itu mutlak penting. Tapi, memastikan bahwa tiap guru dapat melaksanakan transfer ilmu dengan optimal juga tidak kalah penting.

Lanjut ia, IPM Kota Tangsel berharap bahwa kebijakan dan pemberlakuan protokol New Normal dalam pembukaan sekolah harus terus dikaji lebih serius dengan tetap memperhatikan efektivitas serta unsur kesehatan serta  keselamatan semua pihak. IPM Tangsel  juga berharap agar wabah Covid-19 cepat berlalu sehingga kegiatan dan aktivitas belajar-mengajar dapat kembali seperti biasa. (rls).

Komentar Anda

comments