50 Pelanggar PSBB Tak Mengenakan Masker Diganjar Dengan Rompi Orange

Diterbitkan  Kamis, 18 / 06 / 2020 20:44 - Berita Ini Sudah :  635 Dilihat

SERPONG-Satpol PP Kota Tangsel melakukan penjaringan bagi warga yang tidak menggenakan masker pada PSBB tahap keempat ini. Sedikitnya terjaring 50 pelanggaran PSBB yang terdapat di Pasar Serpong pada Rabu (17/6) malam diganjar dengan rompi orange.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Al Fachry melalui keteranganya setiap malam melakukan operasi dengan menjaring para pelanggar PSBB di tempat-tempat yang kerap terjadi kerumuman. Upaya ini ditunjukan untuk memberikan tindakan kepada masyarakat agar patuh pada aturan yang sudah dikeluarkan supaya jumlah Covid-19 di Tangsel segera menurun. Dampak ketidak patuhan masyarakat mengakibatkan sebaran Covid-19 masih terus terjadi.

“Petugas di lapangan menanyakan kepada mereka asalan mengapa tidak menggenakan masker. Namun mereka enggan menjawab hanya terdiam dan nyengir,” katanya.

Atas pelanggaran demikian, petugas Satpol PP memberikan rompi orange yang bertuliskan pelanggar PSBB dan memberikan sanksi sosial berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya serta menyebutkan Pancasila. Dirinya berharap, semakin banyak pelanggar diharapkan tidak lagi didapati di kemudian hari. Minimal mereka setelah dikenakan sanksi, bisa mengajak kepada keluarga, teman dan tetangga jika ada yang belum disiplin menggunakan masker.

“Selain menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menyebutkan sila yang ada pada Pancasila, 50 Pelanggar juga diberi sanksi membaca doa bersama dan mengucapkan janji untuk tidak lagi melanggar PSBB,” harap ia.

Rasanya jika masyarakat masih abai tidak menggunakan masker, kiranya betul-betul tidak sayang pada diri sendiri dan keluarga. Jangan sampai merasa dirinya kuat secara fisik. Tapi perlu melihat orang-orang di sekelilingnya. Karena tidak semua orang memiliki fisik yang kuat. Serta jangan lupa untuk selalu mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak aman.

“Rasanya ajakan mulai surat tertulis, lisan, melalui media sosial dan berbagai media lainnya setiap hari ada. Jika masih ada yang mengabaikan itu sangat keterlaluan. Semua itu demi keselamatan bersama dalam menghindari wabah Corona ini,” tegasnya. 

Salah satu pelanggar, Abdul yang merupakan warga Serpong mengaku lupa dan hanya ingin ke rumah saudaranya yang berlokasi tidak jauh dari Pasar Serpong. Dirinya mengaku sudah mengetahui tentang anjuran menggunakan masker sejak diumumkan di televisi disaat Covid-19 sedang melonjak.

“Saya mau kerumah kakak saya dekat dari sini. Tadi buru-buru jadi lupa memakai masker. Saya berjanji setelah ini akan selalu menggunakan masker saat keluar rumah. Meski memang cukup banyak orang yang keluar rumah tak lagi menggenakan masker,” tuturnya.(din)

Komentar Anda

comments