Tangerang Selatan IMG Wednesday, 28-10-2020
IMG-LOGO

Teknik Sipil Universitas Trisakti Pemetaan Banjir di Pesona Serpong

by administrator - 26/07/2020 21:29:12
IMG

SETU-Universitas Trisakti melakukan penelitian lapangan di kawasan Perumahan Pesona Serpong, Kademangan, Setu Kota Tangsel. Penelitian ini untuk memetakan potensi banjir pasca banjir cukup parah beberapa waktu lalu.

Dosen Prodi Teknik Sipil Universitas Trisakti, Wahyu Sejati memaparkan hasil penelitian lapangan yang dilakukan sebulan terakhir, disebutkan faktor penyebab bencana banjir di permukiman berpenduduk 260 Kepala Keluarga itu ialah luapan aliran Cisadane saat debit air tinggi dari hulu sungai. Sedangkan sedimentasi daerah aliran sungai sudah mengkhawatirkan.

“Tipikal sejumlah banjir di Pesona Serpong saat  hujan deras di hulu hingga mengakibatkan sungai sudah tidak menampung lagi. Ini disebabkan karena sedimentasi. Inilah salah satu yang menjadi faktor air meluap ke perumahan,” ujar Wahyu Sejati saat pemaparan

Kajian lapangan yang dilakukan Universitas Trisaksi yaitu oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Prodi Teknik Sipil.  Dalam paparan hasil penelitian lapangan, dihadiri tim PKM, jajaran pengurus RW, RT, perwakilan kelompok warga dan beberapa mahasiswa Prodi Teknik Sipil Universitas Trisakti.

Apalagi, sambung Wahyu, Cisadane yang melintasi perumahan secara geometri memiliki banyak kelokan. Kelokan tentunya saat debit air besar dan kencang, akan mengambat tekanan yang akhirnya bisa meluber ke bibir sungai. Berbeda dengan aliran sungai yang lurus tanpa kelokan, secara otomatis aliran air akan lebih mudah melaju dengan cepat. Supaya mampu menampung debit air dengan kapasitas besar maka, perlu ada pengerukan.

 “Jika palung sungai mengalami pendangkalan, maka sempadan dan dataran yang tingginya tidak mencapai 7 meter sangatlah rawan banjir,” ujar pria yang kerap menjadi narasumber di Kementerian PUPR ini.

Atas hasil penelitian lapangan itulah, pihaknya menyarankan untuk menangani bencana banjir di wilayah ini dengan melibatkan lintas institusi, seperti Balai Besar Ciliwung Cisadane, Pemkot Tangsel, dan pemda-pemda terkait aliran Cisadane. Dengan pola kerjasama akan memudahkan penanganan lebih cepat untuk mengatasi banjir.(din)


Baca Juga