Tangerang Selatan IMG Friday, 23-10-2020
IMG-LOGO

Tangsel Masih Kurang Tenaga Medis

by administrator - 23/07/2020 22:15:49
IMG

SERPONG-Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie sambangi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banten di Rawabuntu Serpong dalam rangka menjalin silaturahmi. Selain itu pihaknya mewacanakan akan bekerjasama dengan tenaga medis dan para medis di mana Stikes Banten basisnya adalah kesehatan yang sangat dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19.

Benyamin usai melakukan kunjungan menyampaikan masih membutuhkan tenaga medis untuk Rumah Lawan Covid di Tandon Ciater. Sebetulnya memang jumlah pasiennya tinggal sedikit tapi juga dibutuhkan tenga yang banyak untuk bergantian jaga, dan perawatan sebagainya.

“Pertama saya bersilaturahmi dengan pimpinan STIKES Banten kemudian juga tentunya dalam pandemi Covid ini saya membutuhkan tenaga medis dan para medis yang cukup di rumah lawan Covid maupun di tengah-tengah masyarakat. Harus bergantian saat ini ada 23 pasien yang ada di Rumah Lawan Covid. Tentu harus harus steril. Kalau tenaga fisiknya mungkin lima orang cukup. Tapikan harus ganti-gantian dan di puskemas kita akan dievaluasi punya tenaga medis seperti apa,” ucapnya.

Lanjut ia, STIKES Banten sebetulnya siap untuk menyumbang tenaga kesehatan. Mungkin nanti akan ditindak lanjuti berkordinasi minimal di rumah lawan covid. Selain itu memang untuk STIKES Banten selama ini sudah bekerjasama dengan puskemas yang ada di wilayah. Untuk STIKES Banten sendiri di tengah upaya jelang new normal, dinilai cukup siap.

“Ternyata sudah siap ketimbang unit yang lain. Pada dasarnya protokol kesehatan harus dipatuhi terutama masker jaga jarak dan hindari berkerumun. Memang harus ada lokomotif salah satunya cendikiawan perguruan tinggi, terutama STIKES Banten yang memang basisnya kesehatan sudah melakukan,” tambah Benyamin.

Ketua STIKES Banten dr Resna A Soerawidjaja menyampaikan kedatangan orang nomor dua di Kota Tangsel sesungguhnya untuk melihat persiapan kampus Stikes Banten ini, karena sekolah ini ditutup terus dan tentunya mahasiswa ingin segera kembali ke kampus. Kehadiran Benyamin memang atas inisiatif pihak kampus.

“Kami yang berinisiatif komunikasi. Masudnya kalau kesehatan itu sulitnya, harus ada praktikum dan wajib datang. Jika tidak datang praktik maka mahasiswa akan kesulitan. Adapun untuk kuliah sendiri sejauh ini tidak ada kendala, dengan jarak jauh,” tegasnya.

Tentu ada harapan, agar Gugus Tugas dapat hadir mengontrol kesiapan STIKES Banten ini. Tujuanya selama belum ada intruksi dari pemerintah pusat soal kembalinya aktivitas di kampus pihaknya pun tidak ada melakukan hal itu. Tapi untuk praktik diharapkan diperbolehkan itupun dengan batasan 50 persen satu kelas yang biasanya 30 mahasiswa hanya 15 mahasiswa.

“Karena itu kami meminta supaya bapak wakil walikota tahu ketika mahasiswa datang hanya praktikum saja. Dan mudah-mudahan dimaklumi. Praktikum harus langsung kalau misalnya menyuntik dan menginfus harus dilakukan secara benar-benar,” tambah ia.

Jika akan diperiksa protokol kesehatan juga pihaknya sudah menyiapkan mulai dari spanduk, dan tempat duduk dan penataan ruangan agar tetap ada jaga jarak. Hanya ada dua yang praktikum yaitu jurusan kebidanan dan keperawan, sedangkan FKM tidak ada praktik karena lebih kepada administrasi.

“Sekali praktik bergiliran satu kelas biasanya 30 maka hanya 15. Waktunya pun biasanya 2 jam, maka dapat disingkat menjadi satu jam. Kami sudah siapkan tinggal dicek, apa yang kurang. Jika ada yang kurang kami akan lengkapi,” tutupnya.(din)


Baca Juga