Tangerang Selatan IMG Sunday, 25-10-2020
IMG-LOGO

Atasi Problematika Industri di Tangsel

by administrator - 02/07/2020 19:45:18
IMG

 CIPUTAT-Putra Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Pilar Saga Ichsan bakal calon wakil walikota Tangsel 2020 ini menyingung soal penyelesaian problematika dunia industri di Tangsel. Dirinya memprediksi Tangsel akan berkembang menjadi Silicon Valley bidang IT.

Pria kelahiran Bandung ini, menyampaikan persoalan dunia industri saat ini memang tidak mudah. Selain tuntutan kenaikan upamim minimum Kota (UMK) yang setiap tahun naik dan tidak pernah turun dan dipastikan sampaikapanpun tuntutanya akan terus naik. Serta persaingan yang dunia industri yang semakin ketat membuat dunia industri sangat sulit.

“Kedepannya memang dunia industri padat karya akan sulit, kecuali dengan teknologi mesin. Di Tangsel pun demikian teknologi meskin mungkin bisa bertahap tapi kalau padat karya sulit rasanya,” katanya.

Prediksi ke depan di Tangsel, industri padat karya akan runtuh dan tergantikan dengan padat modal. Tapi ada harapan yang jauh lebih cerah, dan tak lagi mempersoalkan tentang UMK bagi para investor yang mana Tangsel akan menjadi satu kawasan pengembangan IT super canggih di Indonesia. Dirinya berkaca di Amerika Serikat satu kawasan menjadi pengembangan salah satu produk teknologi yang membanjiri pasar seluruh dunia. Di sana pula ada beragam startup di bidang teknologi.

“Silicon Valley yaitu IT. Jadi investor bidang IT ada di Tangsel. Saya pernah melihat di Teluk San Fransisco di California Utara, Amerika Serikat pengembangan Apple, Google, dan Facebook dan lain-lain. Mungkin Indonesia di bagian barat ada di Tangsel. Dan rata-rata invetor seperti ini tak lagi mempersoalkan UMK karena mereka SDM nya juga para ahli dibidang IT,” tukas anak muda yang suka ngoprek motor custome.

Satu sisi memang dunia industri mampu menopang tenaga kerja, yang didominasi biasanya adalah warga sekitar pabrik. Jika mereka mulai hengkang satu persatu, otomatis jumlah pengangguran akan bertambah di Tangsel. Di sisi lain, industri juga menyumpang pajak kepada pemerintah daerah, oleh karenanya keduanya saling membutuhkan.

“Memang permasalahan di banten kalau bicara industri itu banyak lagi ke priangan timur atau wilayah Jawa. Karena yang masih sangat rendah UMKnya. Itu memang permasalahannya,” lanjut pengusaha kuliner.

Apa yang dapat dilakukan oleh Pemkot Tangsel adalah menegakan aturan dan ketentuan yang ada. Di luar itu rasanya akan sulit. hambatan lain Tangsel didesain sebagai kota perdagangan dan jasa bukan kota industri, sehingga lahannya juga tidak ada untuk kawasan Industri. Saat ini memang ada tapi jumlahnya sangat terbatas sekali sesuai peruntukan memang tidak ada penambahan.

“Tentu pemerintah kota mungkin hanya bisa menegakan aturan-aturan yang memang domainnya saja. tapi kalau sudah lebih dari itu agak sulit. Lahan untuk industri juga berkurang. Peruntukannya memang sudah tidak ada,” tambah ia.

Untuk memecahkan problematika ini butuh disuksi panjang, melakukan riset lapangan, pokok-pokok persoalan yang muncul dan sebagainya. Langkah industri saat ini beralih kepada kebutuhan pasar adalah satu upaya yang sangat tepat. Mereka banyak memproduksi alat pelindung diri (APD), cairan hand sanitaizer dan sebagainya. Tentu ini semata-mata selain memang dapat mencari keuntungan juga memperhatikan karyawan agar tetap bekerja.

“Itu akan saya pikirkan dan saya belum menemukan rumusnya agar industri dapat bisa bertahan. Kalau sekarang industri larinya kepada kebutuhan Covid. Pabrik lemarinya bikin hand sanitizer, pabrik konveksi membuat masker dan APD. Dan kalau memang ada produknya, Pemkot ke depannya kalau belanja bisa ke pabrik-pabrik yang ada di Tangsel. Itu mungkin salah satu yang bisa bantu supaya mereka tidak tutup,” tutupnya.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan soal kebijakan Pemkot dalam mengantisipasi kemungkinan pailit industri selama Corona. Pihaknya melakukan berbagai upaya. Hal ini dilakukan supaya memberikan perlindungan dan perhatian bagi dunia industri dengan kebijakan-kebijakan yang telah digulairkan.

Menurutnya, dunia industri adalah bagian dari urat nadi pemerintah daerah maupun pusat. Bukan hanya pemasukan pajaknya, tapi penyerapan tenaga kerja dan berkontribusi pengurangan pengangguran.

“Dampak pandemi Corona dialami secara nasional. Bahkan global. Salah satunya pada bidang industri. Langkah pemkot dalam hal mengantisipasi kemungkinan pailit industri  dengan melakukan intervensi di berbagai lini baik relaksasi pajak ataupun stimulus modal mengikuti program yang ditetapkan pemerintah pusat,” katanya.(din)


Baca Juga