Tangerang Selatan IMG Saturday, 31-10-2020
IMG-LOGO

Sampah Rumah Tangga di Tangsel Naik 10 Persen

by administrator - 04/05/2020 20:47:49
IMG

CIPUTAT-Dalam pencegahan penyebaran virus corona, Pemkot Tangsel tengah menginstruksikan untuk melakukan berbagai kegiatan dari rumah. Rupanya, hal tersebut mengakibatkan sampah di Kota Tangsel pun meningkat 10 persen.

Kepala Seksi Pengelolaan Sam­pah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Rastra Yudhatama mengatakan, sejak virus corona menyebar sampah rumah tangga naik 10 persen. Biasanya, rata-rata sampah rumah tangga 50 sampai 70 ton per hari. “Sekarang naik 10 persen berarti hampir 80 ton itu yang diperumahan. Kalau diperumahan naik karena kebanyakan ibu-ibu masak,” katanya di Puspemkot Tangsel, Ciputat, Senin (4/5).

Dia menuturkan, sebaliknya justru sejak ada virus corona sampah umum atau yang dipinggir jalan berkurang 40 persen. Misalnya, di Jalan Kesehatan Kecamatan Pondok Aren, sampah liar di kawasan tersebut berkurang 30 sampai 40 persen.

“Kalau sampah liar, paling banyak itu selain di Flyover Ciputat di Jalan Kesehatan Pondok Aren. Itu berkurang hampir 40 persen. Biasanya satu bak ambrol sekarang hampir setengah bak ambrol, jadi malah hampir 50 persen berkurang. Karena memang yang buang itu kebanyakan sumbernya dari kontrakan-kontrakan, pendatang pendatang yang memang mengontrak. Tapi karena mereka sudah pulang kampung sebelum diterapkannya PSBB jadi sampah itu berkurang,” urainya.

Sedangkan sampah di pasar sampai sekarang ini masih stabil. Tidak berkurang ataupun bertambah.

“Misalnya, Pasar Jombang setiap hari dua bak ambrol, sampai hari ini masih dua bak ambrol,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel Toto Sudarto mengatakan, selama pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampah di Kota Tangsel bukan berkurang justru bertambah. Sampah di Kota Tangsel naik 10 persen dibanding waktu sebelumnya.

“Peningkatan sampah 10 persen, rata-rata itu sampah rumah tangga. Soalnya restauran dan hotel banyak yang tutup. Kalau sampah pasar tetap sama saja,” katanya.

Karena itu, sebagai wujud kepedulian di tengah pandemi terhadap pesapon yang tetap bekerja pihaknya memberikan alat kelengkapan kerja. “Topi, masker kain satu orang dapat dua biar selang-seling, sarung tangan, sepatu boots, wear pack, jas hujan. Itu kami berikan kepada 895 petugas DLH. Temen-temen tidak kenal waktu, hujan panas selalu bekerja. Mudahan mudahan bermanfaat. Ke depan akan diberikan sembako,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, alat pelindung diri yang diberikan untuk para pesapon merupakan pemberian alat pelindung diri sesuai tugasnya. Yakni jas hujan, sarung tangan, masker dan wearpack. Airin pun meminta kepada DLH Kota Tangsel untuk memberikan edukasi kepada para petugas di lapangan agar terlindungi dari wabah mematikan itu.

“Karena sampah tidak pernah libur, mau ada covid atau tidak. Mereka tetap bekerja membersihkan Tangsel setiap hari,” imbuhnya.(irm)


Baca Juga