Tangerang Selatan IMG Wednesday, 28-10-2020
IMG-LOGO

Warga Perumahan Arinda Gotong Royong Bagikan Sembako

by administrator - 20/04/2020 21:40:23
IMG

PONDOK AREN-Jelang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Warga di perumahan Pondok Aren Indah (Arinda), Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengambil inisiatif melakukan karantina wilayah secara lokal atau lock down mandiri

Ketua RW 07 perumahan Arinda Warsito menjelaskan, atas dasar kesepakatan bersama pengurus RT dan tokoh masyarakat. Di pintu gerbang di buat tenda Posko Terpadu Gugus Tugas Covid 19, yang keluar maupun masuk diwajibkan, memakai masker, cek temperatur badan, serta ada tempat cuci tangan yang telah disediakan.

“Dalam pelaksanaannya, selain petugas keamanan, juga melibatkab Karang Taruna. Baik Gojek, grab, Go-Food, kurir paket, debt collector tidak boleh masuk. Tamu juga wajib mencatat di buku tamu di pos, dan meninggalkan identitas diri,” kata Warsito.

Guna meringankan beban sebagian warganya, pihaknya  melalui pengurus RT bahu-membahu bergotong royong mengumpulkan dana dan donator untuk diberikan kepada sebagia warga berupa sembako

”Untuk sekarang ada sekitar 95 paket sembako difokuskan untuk warga yang terdampak akan adanya pandemi ini. Khususnya bagi warga dilingkungan RW 07 yang kurang mampu. Semua data penerima ada di masing-masing RT, “ujar Warsito.

Sementara itu, Camat Pondok Aren Makum Sagita menyampaikan apreasi kepada pengurus RW dan RT yang dilingkungan Perumahan Arinda, dalam rangka mendukung pelaksanaan PSBB, tanpa ada keterlibatan masyarakat untuk memutuskan mata rantai pandenic tidak akan berhasil.

“Kami atas pemerintah, menyampaikan apreasi, semoga apa yang dilakukan warga melalui RW dan RT, dapat dijadikan contoh buat pengurus RW lainnya, kata Makum, saat menyaksikan pemberian sembako secara simbolis kepada salah satu Ketua RT.

Dihadapan Camat dan lurah Pondok Aren Romi Amirudin, pihaknya berharap bantuan dari pemerintah agar kegiatan yang dilakukan masyarakat secara swadaya ini dapat berjalan. “Berdasarkan data yang ada, dari 10 RT jumlahnya sekitar 400 kepala keluarga. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan dalam menjalani masa PSBB. “Pungkasnya.(irm)


Baca Juga