Tangerang Selatan IMG Sunday, 25-10-2020
IMG-LOGO

Airin Teteskan Air Mata Saat Cerita Pasien Corona Dikucilkan

by administrator - 14/04/2020 21:43:57
IMG

SERPONG-Tangis orang nomor satu di Kota Tangsel menggambarkan betapa pilunya kesedihan melanda beberapa hari selama muncul pandemik Corona. Muncul tekad kuat bagimana menangani Corona secara cepat bersama dengan seluruh masyarakat mencuat dalam angan-angan yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Ini terjadi di tengah dalam peresmian Rumah Lawan Covid-19, kemarin Senin (14/4) sore di hadapan jajaran Forkopinda dan awak media. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, mulai menuturkan ada warga yang positif Corona yang berujung pada sikap lingkungan menjauhi keluarga itu. Ini sikap yang dipilih warga supaya tidak tertular. Jelas ini bagian upaya mereka. Tapi apa iya harus bersikap demikian dalam menghadapi Corona sampai menjauhi keluarga yang terkena Covid.

"Ada seorang warga menelpon saya, tak perlu saya sebutkan dari kecamatan mana. Menceritakan ketika salah satu keluarganya terjangkit COVID-19. Ia bercerita saat itu, keluarganya dijauhi oleh lingkungannya (tetangganya). Karena dianggap akan menularkan," Airin menceritakan kondisi itu dengan penuh kesedihan.

Nadanya tercekak di leher. Suasana menjadi hening. Semua orang yang ada di lokasi begitu mencermati semua ucapan yang keluar dari ibu anak dua itu. Airin mengalami kondisi saat itu lalu membulatkan tekad agar tak ada lagi kejadian serupa.

"Saya sangat sedih ketika melihat adanya pasien COVID-19 dikucilkan, saya tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi. Mari kita  dukung agar para pasien Covid ini untuk sembuh, jangan dikucilkan ya," pintanya.

Dirinya mulai bergerilya mengajak masyarakat untuk sama-sama memerangi Covid 19. Apapun caranya agar warga tak terjangkit virus mematikan. Warga terus diajak untuk matuhi kebijakan pemerintah tetap di rumah, tidak melakukan aktivitas yang tak penting, selalu menjaga pola hidup dan bersih serta mengkonsumsi sayur dan buah dan beristirahat dengan cukup.

"Sebab, kebersamaan dan solidaritas adalah kunci dalam memutus mata rantai COVID-19. Mari kita buat masyarakat saling bahu-membahu sehingga ada perlawanan dari masyarakat terhadap COVID-19," tambah ia.

Ia pun berharap, agar penyebaran COVID-19 ini cepat berlalu. Harapan itu pun semakin dalam ia panjatkan, mengingat bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri akan datang sebentar lagi.

"Saya yakin dengan niat baik ada keajaiban dari Allah. Doa dan  harapan kita, yaitu bisa Salat Idul Fitri bersama, tarawih bersama. Ini doa yang selalu saya panjatkan setiap hari," tutur Airin.

Airin mengajak kepada seluruh masyarakat Tangsel untuk mengedepankan rasa optimisme dalam melawan Corona. Belajar dari pengalaman dirinya selama hidup selalu menemui keajaiban disaat kondisi sudah tak mampu. Intinya menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT yang segala mengatur segalanya.

"Mari kita optimis, mari kita yakin, keajaiban itu ada, Pak. Dengan ikhtiar tentunya. Yuk,  bareng-bareng, bersama-sama, keselamatan dan berdisiplin melawan Corona," tutupnya. (din)


Baca Juga