Tangerang Selatan IMG Friday, 23-10-2020
IMG-LOGO

Pascasarjana ITB Ahmad Dahlan Terapkan Ujian Tesis Secara Online

by administrator - 13/04/2020 05:56:06
IMG

CIPUTAT TIMUR-Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta menyelenggarakan ujian proposal tesis mahasiswa Program Pascasarjana Keuangan Syariah secara daring (online). Hal tersebut dilakukan karena melihat penyebaran wabah Covid-19 yang semakin ekspansif.

Direktur Program Pascasarjana Dr Saiful Anwar, menyampaikan bahwa langkah ini diambil dalam rangka mematuhi edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tekait pembelajaran secara daring yang telah ditetapkan oleh ITB-AD melalui kebijakan Wakil Rektor Bidang Akademik.

"Langkah ini kami tempuh sebagai bentuk kepatuhan terhadap edaran pemerintah, serta maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah," ujar Saiful Anwar saat memberikan keterangan pada Jum'at (10/04).

Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik, Sutia Budi, menyampaikan bahwa selain bertujuan agar dapat menekan penyebaran Covid-19, kebijakan ini juga ditetapkan agar mahasiswa  dapat menjalankan kewajiban tugas akhir dan bisa menyelesaikan studi tepat waktu.

"Seluruh proses kegiatan belajar mengajar, termasuk penyelenggaraan ujian akhir, dalam hal ini tesis mahasiswa di Program Pascasrjana Keuangan Syariah, kami pastikan mengikuti dan mematuhi protokol yang ditetapkan," pungkas Sutia Budi.

Sutia Budi juga menegaskan bahwa semua proses akademik tidak boleh ada yang terhambat, namun aspek keselamatan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan.

"Ujian tesis secara daring ini tujuannya tidak hanya untuk menyelematkan studi mahasiswa, lebih jauh lagi untuk selamatkan nyawa," ujar pria kelahiran Tasikmalaya tersebut.

Ujian proposal tesis dilakukan secara daring dengan video telekonferensi. Dimana mahasiswa dan dosen penguji dapat berkomunikasi secara langsung sebagaimana ujian  tesis pada umumnya. Bedanya dalam hal ini, mahasiswa yang diuji dan penguji berada di tempat masing-masing.

Selain itu seperti diketahui, beberapa hari yang lalu, ITB Ahmad Dahlan atau biasa dikenal ITB-AD viral di dunia maya termasuk menjadi trending topik di Twitter. Hal ini bermula dari pemberitaan Rektor ITB Ahmad Dahlan (ITB-AD), Dr. Mukhaer Pakkanna, yang dikaitkan dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) oleh salah satu Netizen.

Menanggapi hal itu, Prof Koesmawan Adang Soebandi, selaku Guru Besar Bidang Manajemen ITB Ahmad Dahlan memberikan penjelasannya. Guru Besar ITB-AD yang akrab dipanggil  Mang Engkoes ini, menyampaikan langsung yang disampaikan langsung ke Whatsapp Group Alumni ITB Bandung.

"Saya sangat terperanjat, ketika akhir-akhir ini, WAG Ikatsatu, yakni WA-nya, kumpulan Alumni ITB angkatan 71, di mana saya adalah alumni TI-ITB-71, heboh lagi masalah singkatan kampus tempat saya bekerja, yaitu ITB Ahmad Dahlan. Kependekan dari Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta. Padahal dimasa mendatang kemungkinan akan ada ITB Ganesha (D/h STIE Ganesha), saya mendengar kabar sedang dalam proses izin pendiriannya," katanya.

Oleh sebab itu, lanjut ia dirinya menduga tidak akan ada masalah, dengan singkatan ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Karena ada Institut Teknologi dan Bisnis yang lain. Mengapa tiba-tiba isu ini muncul. "Dugaan saya, karena Rektor ITB Ahmad Dahlan, Dr. Mukhaer Pakkanna, menulis di mana-mana dan menjadi narasumber dalam berbagai kesempatan. Karena tulisan maupun komentarnya itu beredar di media sosial yang resmi, maka berkembanglah atau menjadi sorotan singkatan ITB Ahmad Dahlan itu," tambah ia.

Dirinya pun menjelaskan kronologisnya sampai ada nama ITB Ahmad Dahlan. Sebatas pengetahuan dan jabatannya di ITB Ahmad Dahlan. "Saya Koesmawan, saat ini menjabat Ketua Senat Akademi ITB Ahmad Dahlan. Seperti kita ketahui, jabatan Ketua Senat di kampus kami itu bukan Rektor dan bersifat normatif, tidak boleh menjelaskan apa-apa secara resmi keluar. Dengan demikian, saya menulis ini dengan kapasitas sebagai sahabat sesama alumni ITB Bandung Angkatan 1971," paparnya.

SK Pendirian ITB Ahmad Dahlan diberikan secara langsung oleh Presiden Jokowi, pada tanggal 19 November 2018. ITB Ahmad Dahlan adalah perubahan bentuk dari ABM (Akademi Bank Muhammadiyah), yang salah satu Pendirinya adalah Syafruddin Prawiranegara. Beliau seorang pejuang kemerdekaan, Menteri, Gubernur Bank Indonesia, Wakil Perdana Menteri dan pernah menjabat sebagai Ketua setingkat Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berdiri tahun 1968. Kemudian menjadi Akademi Keuangan dan Perbankan Muhammadiyah (AKPM) tahun1985, berubah lagi menjadi STIE Ahmad Dahlan Jakarta di tahun 1998.

Lanjut ia mengapa muncul nama ITB Ahmad Dahlan. Awalnya, zaman kepemimpinan dirinya teringat seorang dosen Almarhum Darwin Erhandy bertemu saat itu dan berpikir seharusnya  jangan mengelola jurusan ekonomi saja, coba kembangkan ke Komputer (IT).

"Saya hanya senyum saja tak ada langkah-langkah sama sekali ke arah perubahan bentuk. Lalu zaman setelah saya, mulailah upaya kecil-kecilan, menuju IBM (Institut Bisnis Muhammadiyah). Misal di kop surat, di kaos dan lain lain ada kalimat, menuju Institut Bisnis Muhammadiyah," tambahnya.

Persoalan yang menjadi heboh ialah mengapa menjadi nama ITB Ahmad Dahlan? bukankah impian bersama sejak dulu adalah IBM?. Ini duduk persoalannya. Dirjend Dikti, hanya akan memberi izin, apakah pendirian Kampus baru, atau perubahan bentuk, maka hanya prodi yang masuk rumus Science, Technology, Engineering dan Mathematics (STEM) yang diizinkan.

Oleh sebab itu, IBM yang hanya punya Ekonomi, Akuntansi dan Keuangan Syariah itu Tidak Mendapat Izin. Maka, Dr. Mukhaer Pakkanna, menambahkan prodi yang bersifat Teknologi, yaitu Arsitektur, Desain Komunikasi Visual (DKV), Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Sehingga nama yang diusulkan menjadi ITBM (Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah).

"Saya berharap, penjelasan saya, bisa memuaskan. Mohon maaf bila kata-katanya kurang berkenan. Saya hargai perhatian saudara terhadap masalah ini. Semoga menjadi kebaikkan bagi kita semua," tutupnya. (din).

(Penghargaan-Rektor ITB Ahmad Dahlan, Dr. Mukhaer Pakkanna menerima penghargaan dari Presiden Jokowi.)


Baca Juga