Tangerang Selatan IMG Tuesday, 20-10-2020
IMG-LOGO

Pasokan LPG Melon Ramadan Idul Fitri Cukup

by administrator - 08/04/2020 23:02:11
IMG

CIPUTAT-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel pastikan pasokan LGP 3 kg cukup hingga lebaran. Pasokan di Tangsel mencapai 17 ribu lebih dan biasanya saat Ramadan ada penambahan.

Hal itu disampikan oleh Kepala Disperindag Maya Mardiana  mengatakan pasokan tidak akan kekurangan hal ini dari tahun ke tahun sellau ditambah saat bulan Ramadan karena permintaanya di bulan ini melonjak. Dengan demikian dipastikan Ramadan tahun ini pun aman hingga lebaran.

"Untuk LGP sudah tertera tujuh belas ribu sekian tabung. Fakultatif biasnya di bulan Ramadan dan itu akan ditambahkan biasanya sekian persen," ucap Maya.

Hanya saja lanjut Maya berdasarkan laporan dari Himpunan Wiraswasta Nasional Pengusaha Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) saat ini mengalami penurunan karena dampak dari Corona banyak restoran tutup. Tapi sebetulnya semakin banyak warga aktivitas di rumah semestinya banyak pemakaian.

"Tapi informasi dari Hiswana Migas sendiri untuk pemanfaatan gas semakin menurun. Mungkin karena restoran dan lain-lain berkurang sehingga cenderung menurun," tambah ia.

Sementara itu  PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian Barat, telah menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram (Kg) di wilayah Banten (Cilegon, Serang, Pandeglang dan Tangerang Raya) hampir lebih dari 50%, sejak pekan lalu.

Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Dewi Sri Utami menjelaskan masyarakat dapat membeli LPG subsidi ini langsung di Pangkalan LPG resmi Pertamina, dengan harga sesuai SK Walikota/Bupati setempat.

Pasokan fakultatif atau penambahan alokasi bersifat situasional, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama himbauan di rumah aja yang diterapkan pemerintah.

Dengan total tambahan hampir mencapai 570 ribu tabung di Provinsi Banten. Pertamina akan selalu memastikan kecukupan LPG 3 Kg di tengah masyarakat. Angka tersebut hanya tambahan pasokan saja, karena selain fakultatif, Pertamina tetap melakukan suplai regular di agen dan pangkalannya, sehingga toral tabung LPG melon yang beredar mencapai 930 Ribu tabung.

"Pasokan tambahan ini dilakukan secara bertahap, sejak 29 Maret hingga bulan April. Di Tangerang Raya, fakultatifnya saja mencapai 67% dari pasokan harian rata-rata. Di Cilegon, Serang dan Pandeglang, tambahannya mencapai 56% dari pasokan harian rata-rata. Sementara itu di Kab Lebak, Pertamina menambahkan hingga 113% dari pasokan harian rata-ratanya,” jelas Dewi.

Meski pasokan rumah tangga meningkat, namun di sisi lain, kebutuhan LPG untuk warung-warung usaha mikro menurun karena masyarakat telah memasak di rumah.

Dewi kembali mengimbau masyarakat untuk membeli LPG subsidi sesuai kebutuhan dan tidak membeli dalam jumlah berlebih, karena selama masa pandemik Covid-19 ini Pertamina menjamin ketersediaan pasokan dan terus memantau pasokan di jalur distribusi resmi Pertamina yakni di Agen dan Pangkalan.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG), bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan LPG bersubsidi adalah mulai dari Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE), Agen hingga Pangkalan. Artinya, titik poin terakhir pendistribusian adalah di pangkalan, bukan di pengecer ataupun warung," ungkap Dewi.

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di seluruh wilayah Banten, terkait pengawasan penjualan LPG di tingkat pedagang eceran yang diluar ranah Pertamina.

Karena sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2009 Pasal 33 disebutkan, pada pelaksanaan pengawasan penyediaan dan pendistribusian LPG oleh Direktur Jenderal, dimana dapat membentuk tim pengawasan penyediaan dan pendistribusian LPG.

Adapun tim pengawasan tersebut melibatkan semua pihak dari pemerintah tingkat Propinsi hingga Kelurahan. “Kami berharap pengawasan ini dilakukan bersama-sama oleh pemangku kepentingan terdekat dengan masyarakat, sehingga tambahan pasokan LPG fakultatif yang jumlahnya sangat besar ini tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan dengan melakukan penimbunan atau memainkan harga di tingkat eceran," jelas Dewi.

Dewi mengungkapkan, aparat yang berwenang dapat menindak dengan sanksi tegas bagi pelaku penimbunan atau penyimpanan barang bersubsidi, sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Penyediaan Dan Pendistrlbusian LPG Tabung 3 Kilogram. "Pasal 16 disebutkan, Badan Usaha dan masyarakat yang melakukan melakukan penimbunan dan atau penyimpanan dan penggunaan LPG subsidi yang bertentangan dengan ketentuan dikenakan sanksi sesuai aturan perundang-undangan," ujarnya.

LPG 3 Kg merupakan LPG subsidi yang peruntukannya diatur untuk rumah tangga pra sejahtera, yakni yang memiliki penghasilan di bawah Rp1,5 juta per bulan, serta kegiatan usaha kecil dan mikro.

Untuk masyarakat golongan mampu, dapat menggunakan elpiji non subsidi, seperti Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg. (din).


Baca Juga