Tangerang Selatan IMG Saturday, 31-10-2020
IMG-LOGO

Pilkada Serentak 2020 Ditunda

by administrator - 31/03/2020 20:51:34



SERPONG-Hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPR RI bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, memutuskan untuk menunda Pilkada serentak 2020. Di karena saat ini tengah menghadapi tanggap bencana wabah virus Corona di banyak daerah.
Beberapa poin dalam RDP kemarin, salah satunya ialah meminta kepala daerah agar merelokasikan dana hibah yang sebelumnya diserahkan untuk pelaksanaan Pilkada kepada KPU, untuk penanganan wabah virus corona di daerah masing-masing.
Diketahui, bahwa Kota Tangsel termasuk salah satu zona merah wabah virus corona yang juga tengah menjalankan pelaksanaan Pilkada. Sehingga merujuk dari hasil rapat tersebut maka dana hibah untuk KPU Kota Tangsel sebesar Rp 68 miliar harus digeser untuk penanganan virus corona.
Namun untuk tahapan selanjutnya maka akan segera diterbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu). Dimana nanti di dalamnya akan diatur lebih teknis untuk tahapan Pilkada serentak selanjutnya.
Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Ketua KPU Kota Tangsel, Bambang Dwitoro membenarkan hasil RDP tersebut.
“Iya benar dan kami juga baru sekedar mendapatkan salinan poin hasil rapatnya saja. Dan untuk selanjutnya kami menunggu regulasi resmi untuk tahapan Pilkada lebih lanjut seperti apa,” paparnya.
Disingggung mengenai pergeseran hibah Pilkada untuk penanganan wabah virus corona. Bambang juga mengatakan bahwa itu sudah menjadi hasil tapat antara DPR RI dengan KPU RI.
Sedangkan untuk saat ini, Bambang mengatakan bahwa KPU Kota Tangsel baru mendapatkan kucuran dana hibah sebanyak Rp 6 miliar dari total yang diajukan sebanyak Rp 68 miliar.
“Sampai saat ini kami baru menerima Rp 6 miliar. Inj dari kesepakatan awal kucuran dana tahap awal di akhir 2019 kemarin. Memang rencana di awal tahun akan ada kucuran dana lagi. Namun karena adanya penambahan dana hibah sesuai dengan Peretaruan Kementrian Keuangan maka kucuran dana Pilkada tahap kedua yang rencana di awal tahun itu ditunda terlebih dahulu. Jadi sampai saat ini kami baru mendapatkan Rp 6 miliar,” ujarnya.
Bambang juga mengatakan, mengenai teknis pergeseran anggaran Pilkada untuk penanganan wabah virus Corona tersebut nantinya akan diatur lebih lanjut edaran Kementrian Dalam Negeri.
Sementara ditanyai mengenai penundaan Pilkada Tangsel ini. Bambang mengaku sangat setuju Pilkada ditunda dan anggarannya digunakan untuk penanganan wabah Corona.
“Kami di Tangsel sangat setuju. Karena bagi kami ini persoalan kemanusiaan yang tidak bisa ditunda lagi. Sedangkan untuk penanganan wabah ini pemerintah harus fokus. Jadi tidak bisa fokus pemerintah dipecah dua ke Pilkada. Jadi kami sangat setuju dan kami menunggu regulasi resminya nanti seperti apa,” pungkasnya. (dra).


Baca Juga