Tangerang Selatan IMG Saturday, 31-10-2020
IMG-LOGO

Pandemi Corona, Dindikbud Edarkan Surat Pencegahan ke Sekolah

by administrator - 12/03/2020 21:50:26

CIPUTAT-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel memberikan surat edaran tentang pencegahan corona virus disease (Covid-19) kepada sekolah-sekolah yang ada di Tangsel.

Surat edaran ini menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan Pendidikan dengan ini diinstruksikan kepada Satuan Pendidikan di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Dalam surat edaran tersebut, Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono, meminta sekolah untuk mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan cara berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Taryono pun meminta pihak sekolah untuk berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, terkait rencana atau persiapan dalam menghadapi Covid-19.

Memastikan ketersedian sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di berbagai lokasi strategis di Satuan Pendidikan.

“Kita ingin memastikan bahwa warga Satuan Pendidikan menggunakan sarana CTPS (minimal 20 detik) dan pengering tangan sekali pakai sebagaimana mestinya, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya.”ungkapnya.

Taryono pun berpesan agar satuan Pendidikan melakukan pembersihan ruangan dan lingkungan secara rutin, khususnya handel pintu, saklar lampu, computer, papan tik (keyboard) dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan.

“Gunakan petugas yang trampil menjalankan tugas pembersihan dan gunakan bahan pembersih yang sesuai untuk keperluan tersebut.”ungkapnya.

Untuk absensi, Taryono mengatakan, agar pihak sekolah memonitor absensi (ketidakhadiran) warga Satuan Pendidikan. “Memberikan izin kepada warga satuan pendidikan yang sakit untuk tidak datang ke Satuan Pendidikan.”jelasnya.

Serta tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada).

Taryono pun meminta pihak sekolah melaporkan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernafasan.

Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada pendidik dan tenaga kependidikan lain yang mampu.

Berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan jika level ketidakhadiran dianggap sangat mengganggu proses belajar-mengajar untuk mendapatkan pertimbangan apakah kegiatan belajar-mengajar perlu diliburkan sementara.

Satuan Pendidikan tidak harus mampu mengidentifikasi Covid-19. Kementerian Kesehatan yang akan melakukannya, sehingga Satuan Pendidikan harus melaporkan dugaan Covid-19 kepada Dinas Kesehatan setempat untuk dilakukan pengujian.

Perlu diingat bahwa mayoritas penyakit terkait dengan pernafasan bukan merupakan Covid-19. Memastikan makanan yang disediakan di Satuan Pendidikan merupakan makanan yang sudah dimasak sampai matang.

Mengingatkan seluruh warga Satuan Pendidikan untuk tidak berbagi makanan, minuman, dan alat musik tiup.

Mengingatkan warga Satuan Pendidikan unuk menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya).

Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar Satuan Pendidikan (berkemah, studi wisata). Dan membatasi tamu dari luar Satuan Pendidikan.

“Warga Satuan Pendidikan dan keluarga yang berpegian ke negara-negara terjangkit yang dipublikasikan World Health Organization (WHO) diminta untuk tidak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada di area Satuan Pendidikan untuk 14 hari saat kembali ke tanah air.”pungkasnya.(irm)


Baca Juga