Tangerang Selatan IMG Wednesday, 28-10-2020
IMG-LOGO

Doa dan Dzikir Bersama Digelar MUI

by Ari Suhendra - 20/08/2020 20:34:04
IMG

PAMULANG-MUI Kota Tangsel menggelar doa dan dzikir bersama dalam pergantian tahun baru hijriah, 1441 menuju 1442 pada Rabu (19/8) malam di Masjid Al Mujahidin Pamulang. Selain menghadirkan jamaah secara langsung, banyak juga mengikuti secara virtual.

 Ketua Panitia Acara, Hasanudin Ibnu Hibban menyampaikan Kehadiran peserta offline sesuai target sekitar 100 orang jama ah agar tidak terlalu banyak karena di masa pandemi. Peserta yang offline/ via Zoom meeting yang belum berjalan optimal karena banyak masjid yang belum pasang WiFi. Padahal target awalnya beberapa masjid kompleks ikut bergabung via zoom meeting yang menggunakan layar screen di setiap masjid. Tetapi live streaming dan siaran langsung melalui FB MUI alhamdulillah berjalan lancar sejak kegiatan shalat hajat bersama dimulai, dzikir dan do'a, sampai ceramah agama.

 "Ada tiga tujuan utama kegiatan ini. Pertama, menyampaikan hajat kita kepada Allah semoga Allah cepat menghilangkan virus Corona dari Indonesia dan dunia. Sehingga kita bisa hidup normal kembali. Hajat kedua, semoga Pilkada 9 Desember nanti berjalan lancar, aman, dan berhasil memilih pemimpin terbaik untuk Tangsel. Kedua, bertujuan menjadikan ulama, umaro, dan masyarakat Tangsel semakin dekat dengan Allah SWT melalui acara dzikir dan doa dengan membaca sholawat Fatih 100 kali. Ketiga, memberi pencerahan kepada peserta dzikir," ujarnya.

 Lanjut Dosen Fakultas Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, karena itu tema perayaan tahun baru Islam tahun ini adalah "Integrasi Ilmu Dalam Islam; Refleksi Kebangkitan Islam di Indonesia". "Maka harapan kepada kaum muslimin secara umum adalah Qur'an surat Ali Imran ayat 110 mengisyaratkan bahwa ummat Islam adalah Ummat terbaik (khoiro Ummah). Tetapi khoiro Ummah itu bukan hadiah yang datang dari langit, bersifat given/ pemberian, atau taken for granted/ diterima begitu saja, tetapi khoiro Ummah adalah sebuah perjuangan, yang mempersyaratkan tiga hal, seperti disebut QS.Ali Imran: 110 yaitu: ta' muruuna bil Ma'ruf/ kesediaan kaum muslimin untuk amar ma'ruf yang menurut bahasa Prof. koentowijoyo adalah Humanisasi/ memanusiakan manusia/ meningkatkan kualitas SDM Ummat Islam,"  tambah Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kota Tangsel ini.

 Kedua, tanhauna 'anil munkar/ kesediaan kaum muslimin untuk mencegah kemungkaran atau menurut bahasa Prof Koento adalah Liberasi/ pembebasan ummat Islam dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Syarat ketiga, adalah tu' minuuna Billah/ benar-benar beriman kepada Allah atau transendensi/ mengingatkan kepada kaum muslimin bahwa semua punya perjanjian primordial dengan Allah SWT. "Ketika kita masih berada di alam arwah, Allah berfirman: alastu birobbikum/ bukanlah Aku ini Tuhanmu? Kita semua menjawab: Qooluu balaa syahidnaa/ benar Engkau Tuhan kami kami bersaksi. Harapan kepada seluruh kaum muslimin adalah hendaknya kaum muslimin bersemangat untuk menjadi Ummat terbaik/ khoiro Ummah dengan berikhtiar memenuhi tiga syarat di atas amar ma'ruf, nahi munkar, dan benar-benar beriman kepada Allah SWT/ tu'minuuna billah," jelasnya.

 Sementara harapan kepada warga Tangsel adalah menjaga kondusifitas sebelum, ketika, dan sesudah pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 nanti. Terus berdoa kepada Allah SWT agar musibah ini segera berakhir. Bertindak sebagai penceramah adalah Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara selaku Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(din)


Baca Juga