Tangerang Selatan IMG Saturday, 26-09-2020
IMG-LOGO

Sebelum ke KPU, Azizah-Ruhama Ziarah ke TMP Seribu

by Editor - 06/09/2020 20:39:44
IMG

SETU-Siti Nur Azizah-Ruhamaben menjadi pasangan yang terakhir mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel, Sabtu (5/9) siang. Sebelum mendaftar, pasangan ini ziarah ke Taman Makan Pahlawan (TMP) Seribu.

 Azizah-Ruhama disung Partai Demokrat 5 kursi, PKS 8 , dan PKB 4 kursi, serta dukungan dari partai non parlemen yaitu PKPI yang ikut bergabung dengan koalisi Permata Bersinar tersebut. Sebelum datang ke KPU Azizah terlebih dahulu meminta restu kepada Abah (Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin) di Jakarta. Lalu diteruskan dengan berziarah terlebih dahulu ke TMP Seribu di Serpong.

 Di TMP Seribu, Azizah-Ruhamaben beserta para ketua partai koalisi berdoa bersama dan mengenang jasa para pahlawan. “Sebelum datang ke makam saya sungkem ke Abah (KH Ma’ruf Amin) dan Pak Ruhamaben sungkem juga ke orangtuanya. Karena restu dari orangtua itu sangat penting untuk mengantarkan kami mendaftarkan ke KPU,” ujar Azizah.

 Sedangkan ziarah tersebut, Azizah mengatakan, bahwa hal tersebut juga sebagai bentuk rasa hormat kepada para pahlawan yang telah gugur. “Ini juga sebagai bentuk penghormatan kami kepada para leluhur kami yang berjuang hingga gugur untuk tanah Tangsel ini,” paparnya.

 Usai ziarah, pasangan Aziah-Ruhambaen pun langsung ke kantor KPU dan mendaftarakn diri sebagia pasangan calon. Dan seluruh berkasnya pun dinyatakan lengkap oleh KPU dan untuk dilanjutkan ke tahapan selanjutnya.

 Azizah mengatakan, bagian terpenting dari proses pemenangan Pilkada adalah bagaimana melakukan upaya pemulihan kesadaran politik warga agar kota Tangerang Selatan bisa menjadi lebih baik ke depan. Ini menjadi penting agar bangunan perubahan yang ditawarkan bisa dipahami masyarakat serta dapat terealisasi.

  Siti Nur Azizah juga menegaskan, demokratisasi harus diawali dari bawah dan menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung. “Buat saya, ini sama artinya bahwa demokrasi harus ditempatkan lebih dari sekadar perangkat aturan dan prosedur konstitusional yang menentukan bagaimana suatu pemerintahan berfungsi. Melainkan sistem ini juga perlu didorong agar dapat bekerja untuk warga biasa (ordinary people)," jelasnya.

 Senada dengan pasangannya, Ruhamaben mengatakan, bahwa dirinya pun sepakat bahwa segala bentuk kekuasaan politik memang mengharuskan adanya partisipasi, keterlibatan semua warga dengan mempertimbangkan preferensi-preferensi yang berkembang di tengah masyarakat. "Meski kita sadar, tiap orang bisa saja memiliki preferensi yang berbeda tentang prinsip apa yang dianggap paling utama, terutama bila menyangkut soal hajat hidup orang banyak," kata Ruhamaben.

 Namun secara umum, tambah dia, hal itu dapat diatasi dengan memahami prinsip-prinsip dasar demokrasi, seperti nilai-nilai kebebasan, persamaan, majority rule, pluralisme, toleransi, keadilan, hukum dan keteraturan, akuntabilitas publik, tranparansi, dan lain sebagainya.(dra)


Baca Juga