Tangerang Selatan IMG Tuesday, 29-09-2020
IMG-LOGO

Tok! Dewan Ketok APBD Perubahan

by Editor - 13/09/2020 21:18:18
IMG

SETU-Tok! DPRD Kota Tangsel akhirnya mengetok palu terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020. Tembus di angka Rp 3.426 triliun.

 Angka tersebut jelas merosot jauh dibandingkan dengan jumlah APBD Murni 2020 yang sampai di atas Rp 3.9 triliun. Persetujuan bersama APBD Perubahan antara DPRD dengan Pemkot Tangsel itu dilakukan  dalam paripurna pada Sabtu (12/9) yang dihadiri langsung Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dan dipimpin langsung Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid di Gedung DPRD Kota Tangsel, Kecamatan Setu.

 Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Mustopa, yang membacakan langsung hasil per bahasan bersama antara Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menjelaskan struktural anggaran APBD Perubahan 2020. Yaitu untuk pendapatan daerah sebesar Rp 3.177 triliun, sisanya ditambahkan dari pembiayaan daerah sebesar Rp 249 miliar sehingga dapat memenuhi kebutuhan Belanja daerah sebesar Rp 3.426 triliun. Sedangkan untuk pembagian belanja daerah yaitu, Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 1.040 triliun, Belanja Langsung Rp 2.386 triliun.

 Mustopa mengatakan, pendapatan yang mengalami penurunan tersebut dikarenakan memang di tengah wabah Covid-19 saat ini menurunnya pemasukan daerah. “Dimana kemampuan masyarakat menurun sehingga mengakibatkan menurunnya jumlah pendapatan dan belanja daerah yang tentu secara kualitas anggaran tersebut menjadi efektif dan efisien,” ujarnya.

 Mustopa menambahkan, di tengah wabah Covid-19 saat ini, tentunya diharapkan dengan anggaran daerah yang ada dan program kerja yang sedang dijalankan pemerintah dapat berdampak positif pada masyarakat.

 Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan, Pemkot focus pada tiga hal di APBD Perubahan ini. Yakni, Penanganan Kesehatan, Dampak Ekonomi dan Penyediaan Jaring Pengaman Sosial, yang mana merupakan tiga sektor terdampak Covid-19.

 “Tahun ini tahun yang cukup berat. Pandemi Covid-19 ini, sangat mempengaruhi sektor perekonomian kita, yang mana berimbas pada struktur pendapatan dan belanja APBD,” ujar Benyamin yang menambahkan bahwa APBD Tangsel terpaksa mengalami rasionalisasai, penyesuaian, dan recofusing.

 Benyamin memastikan bahwa pemerintah tetap berupaya beradaptasi dengan kebiasaan baru. Dimana roda perekonomian sebagai salah satu variabel pembangunan daerah tetap harus berputar. Dan diharapkan dengan adanya perputaran ini, pemerintah dapat mengatasi permasalahan yang ada. Tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang mana sudah ditentukan. “Selanjutnya, hasil kesepakatan ini akan disampaikan kepada Gubernur Banten untuk dilakukan evaluasi,” pungkasnya. (dra)

 


Baca Juga