Tangerang Selatan IMG Wednesday, 28-10-2020
IMG-LOGO

MUI Diskusi Keluarga Sakinah

by Editor - 17/09/2020 19:11:54
IMG

PAMULANG-Sekitar 54 peserta dari tujuh kecamatan mengikuti diskusi publik Komisi Pemberdayaan Perempuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel. Diskusi bertema ‘Membangun Karakteristik Keluarga Sakinah’ itu digelar di Aula Gedung Pelayanan Keagamaan, Jalan Siliwangi No 2 Pamulang, Kamis (17/9).

 Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Tangsel Khairati, Sekretaris Umum MUI Kota Tangsel Abdul Rojak dan para narasumber KH Nasuha Abu Bakar Pimpinan Pondok Pesantren Sabiluna Pondok Ranji, Ciputat Timur dan Tati Astariyati Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Tangsel.

 Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Kota Tangsel, Hj Fathiyah menyampaikan tujuan diselenggarakannya diskusi ini untuk membuka wawasan lebih luas dan mendalam tentang makna sakinah serta kriteria menjadi keluarga sakinah itu apa saja. Tentunya menjadi keluarga sakinah adalah harapan bagi semua orang yang berumah tangga.

 "Namun di tengah perjalanan rumah tangga itu, selalu ada godaan, tantangan dan rintangan yang harus dilewati. Kami dari Komisi Pemberdayaan Perempuan ingin berkontribusi dalam mewujudkan keluarga sakinah, keluarga yang mendapatkan keberkahan, ketentraman dan kasih sayang dalam membangun rumah tangga melalui kegiatan ini, " ungkapnya.

 Sekretaris MUI Kota Tangsel, Abdul Rojak menyampaikan pandemi Covid-19 menimbulkan banyak perceraian. Ini disebabkan karena dominasi faktor ekonomi. Oleh karena itu perlu kesadaran bersama bagi pasangan suami istri di tengah wabah Covid-19. Dengan kesadaran tentu dapat menerima kondisi yang ada. Terpenting sebetulnya adalah sama-sama memberikan yang terbaik antara istri dan suami.

 “Penyebab lain hancurnya rumah tangga akibat ulah diri sendiri yaitu kurang kehati-hatian. Maka perlu mengedepankan akhlaq yang baik kepada keluarga, kepada orangtua dan orang lain. Saling menerima satu dengan  yang lain dengan memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT setelah berikhriat, " tambah ia.

 Ketua BKMT Kota Tangsel Tati Astariyati menyampaikan dalam meraih keluarga sakinah mawaddah warahmah ujiannya banyak sekali di perjalanan. Kadang dari suami. Kadang ujian datang dari istri. Kadang pula, setelah keduanya benar, ujian datang dari anak. Setelah anak, istri dan suami benar, kadang ujian datang dari tetangga.

 Lanjut ia, tidak akan terwujud keluarga sakinah jika dalam diri selalu bertentangan dengan Allah SWT. Mengikhlaskan seluruhnya dari Allah SWT apa yang didapat dalam kehidupan ini. Semua harus dipasrahkan kepada sang pengatur kehidupan. "Dengan pasrah kepada AllahSWT,  Insya Allah kita akan mendapatkan keluarga sakinah mawaddah warahmah," tambahnya.

 Demikian juga disampaikan KH Nasuha Abu Bakar. Menurutnya, menjadi sakinah yaitu pentingnya memahami kekurangan masing-masing antara istri dan suami. Bahwa keharmonisan rumah tangga buka diukur dari rupa dan kekayaan.(din)  


Baca Juga