Bawaslu Hentikan Sementara Pengawasan Panwascam dan Panwaslu

Diterbitkan  Selasa, 31 / 03 / 2020 20:49 - Berita Ini Sudah :  438 Dilihat

ahmad jajuli bawaslu tangsel

SERPONG-Sejak 30 Maret la­lu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangsel telah menghentikan sementara Panwaslu Kecamatan maupun Panwaslu Kelurahan. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep.

Acep menjelaskan, penghentian sementara itu dilakukan berdasarkan surat edaran (SE) Bawaslu RI. Penghentian sementara dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.

Selain itu,lanjut dia, penghentian sementara panwascam tersebut juga menindaklanjuti adanya empat tahapan Pilkada 2020 yang ditunda oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu. Yakni  pelantikan panitia pemungutan suara (PPS), verifikasi calon perseorangan, pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dan pencocokan dan penelitian (coklit).

“Karena itu ditunda maka KPU juga menonaktifkan PPK dan PPS nya. Akhirnya kita juga sama menonaktifkan Pamwascam dan Panwas Kelurahan,” jelasnya .

Kendati demikian, Acep menegaskan, untuk pengawasan lain di luar tahapan pilkada itu akan tetap dilaksanakan. Sekarang ini, kata dia, Bawaslu Tangsel tengah fokus terhadap pengawasan penjaringan partai politik, netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan lembaga-lembaga yang tidak dibenarkan memberikan dukungan.

“Kami juga mengawasi bantuan sosial yang dilakukan oleh pemerintah yang bisa dimanfaatkan oleh calon pertahana. Terkait dengan wabah ini juga, Bawaslu harus memastikan keaktifan dalam pengawasan,” tambahnya.

Kordiv Penindakan Pelangga­ran, Ahmad Jajuli menjelaskan jika penundaaan tahapan yang dilakukan Bawaslu ini dikarenakan karena tidak adanya tahapan yang berlaku. Sehingga untuk mengoptimalkan kinerja juga sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran covid-19.

Namun Bawaslu memastikan jika pihaknya siap melakukan pelayanan terhadap laporan pelanggaran yang bisa terjadi di luar tahapan.

”Karena di tahapan ini ditunda, otomatis, ya tidak ada temuan. Tapi, jika di luar tahapan akan tetap kami tangani,” ujar Jajuli.

Pada dasarnya, Jajuli mengatakan bahwa Bawaslu akan tetap memberikan pelayanan penyelesaian pelanggaran. Namun memerhatikan imbauan pemerintah dimana untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Karena itu Bawaslu memastikan untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan teknologi.

”Mengacu pada Surat Edara 0254, bahwa proses penanganan pelanggaran bisa diatur dengan berbagai proses, salah satunya misal proses wawancara bisa menggunakan video call,” ujarnya.

Dengan pelayanan yang dimodifikasi ini, Jajuli memastikan bahwa Bawaslu juga bisa melakukan proses klarifikasi secara jauh. Selain itu, termasuk dengan penanganan pelanggaran, dalam proses bisa dilakukan secara online.

”Saat ini pelaporan juga bisa dilakukan secara online. Misalnya, dengan menggunakan email Bawaslu Tangsel, atau menggunakan nomor ponsel staf pelayanan penanganan pelanggaran,” katanya.

Jajuli menambahkan adapun dua nomor yang bisa dihubuni oleh masyarakat adalah 0819 4714 2172 dan 0895 3313 38780. Sementara email yang bisa dihubungi atau diakses adalah bawaslu.kotatangsel@gmail.com.

”Diimbau untuk masyarakat yang aka melaporkan bisa melalui nomor yang masuk ke dalam aplikasi WA agar bisa juga disertai pengiriman dokumen,” katanya.(irm)

Komentar Anda

comments